nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Kasus Kesurupan Massal di Indonesia, Korbannya Kebanyakan Perempuan

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 14:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 01 612 2086381 7-kasus-kesurupan-massal-di-indonesia-korbannya-kebanyakan-perempuan-fTKCpR4Ae0.jpg Ilustrasi pelajar kesurupan (Foto: Dok Okezone)

BELUM lama ini ramai pemberitaan kesurupan massal yang menimpa para pegawai Geprek Bensu di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Fenomena misteri itu dikabarkan merupakan kiriman dari orang suruhan salah satu artis.

Meski masih sulit dijelaskan secara nalar, kasus kesurupan massal di Indonesia tak hanya terjadi satu dua kali. Dihimpun Okezone dari berbagai sumber, inilah tujuh peristiwa kesurupan massal yang pernah terjadi di Indonesia, Rabu (31/07/2019).

1. Kesurupan massal di Geprek Bensu Cikarang

Pada Rabu 24 Juli 2019 secara mendadak beberapa karyawan Ayam Geprek Bensu milik Ruben Onsu di Cikarang kesurupan. Video kesurupan mereka tersebar di media sosial dan menjadi pembicaraan banyak orang.

Beberapa orang menjelaskan bahwa kejadian tersebut masih berkaitan dengan kasus yang menimpa Ruben Onsu sebelumnya yang dibilang mendapat kiriman santet. Namun, kali ini sasarannya bukan lagi kediaman Ruben dan keluarga, tetapi bisnis makanannya yang bisa dibilang makmur di banyak kota.

Meski tidak mau menjelaskan secara detail, Ruben mengatakan insiden tersebut sudah terselesaikan dengan baik. Ia juga tidak mau kejadian ini merembet ke yang lain.

Terkait video yang tersebar, Ruben mengaku juga sempat kaget. Ia telah menegur keras pihak yang telah mempublikasi video insiden kesurupan itu dan mengatakan bahwa saat ini kondisi karyawannya yang mengalami kesurupan sudah baik-baik saja. Sebab mereka adalah tanggung jawab Ruben.

2. Belasan pelajar SMKN 4 Yogya Kesurupan saat MOS

Pada Rabu 24 Juli 2019, sedikitnya 15 murid SMK Negeri 4 Yogyakarta mengalami kesurupan di sekolah. Saat peristiwa terjadi, para murid tengah mengikuti pelatihan peleton inti (tonti) dalam rangkaian Masa Orientasi Siswa (MOS) baru.

Peristiwa kesurupan itu terjadi di siang hari sekira pukul 12.30 WIB. Awalnya seluruh murid kelas 10 sebanyak 576 orang mengikuti ragam kegiatan MOS sejak pagi. Siang harinya, para murid kemudian diajak oleh pembina untuk menonton video tim tonti kakak kelas di aula sekolah.

Di sela menonton video tersebut, belasan murid tiba-tiba menangis dan berteriak histeris. Mereka menunjukkan gejala seperti orang kesurupan. Para murid yang kesurupan kemudian dibawa ke area terbuka dan ditangani oleh sejumlah guru.

3. Kesurupan massal karyawan Probolinggo

Pada Jumat 26 April 2019 puluhan karyawan UD Sandang Jaya, di Jalan Anggrek, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengalami kesurupan. Kesurupan massal tersebut terjadi yang ketiga kalinya di dalam gudang perusahaan garmen itu.

Kesurupan massal yang rata-rata dialami wanita ini membuat panik seluruh karyawan yang ada di gudang tersebut. Gudang garmen tersebut mempunyai sekitar 200 karyawan sedangkan yang mengalami kesurupan 10 orang lebih. Kesurupan massal ini terjadi mulai pukul 08.30 pagi dan hingga siang belum bisa diatasi.

Konon seorang ahli supranatural menuturkan, bahwa kejadian ini disinyalir ada salah satu karyawan yang berbuat tidak senonoh di area gudang tersebut dengan sebuah benda milik makhluk astral yang sedang melakukan ibadah Jumat Legi di area gudang itu.

4. Kesurupan massal di SMPN 1 Mojokerto

Di SMPN 1 Kota Mojokerto terjadi kesurupan massal pada Selasa 26 Maret 2019. Ada sekitar 20 siswa yang mengalami kesurupan dan mayoritas yang kesurupan merupakan siswa perempuan. Kesurupan massal terjadi pukul 10.00 WIB. Saat itu siswa kelas VIII sedang belajar, sedangkan siswa kelas IX baru menyelesaikan ujian sekolah mata pelajaran Matematika.

Pihak sekolah mendatangkan 2 orang pintar untuk menyembuhkan para siswa yang kesurupan. Puluhan siswa itu bisa ditenangkan setelah kesurupan 15 menit. Menurut pihak terkait kesurupan massal terjadi akibat adanya makhluk halus yang hijrah dari gedung GMSC, yang berada di seberang sekolahnya.

5. Kesurupan massal Siswa SMP di Sikka NTT Alami

Sebanyak 14 pelajar SMPK Supra Talibura, Desa Talibura Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, NTT mendadak kesurupan saat mengikuti pelajaran di kelas, Rabu (27/02/2019) pukul 07.30 WITA.

Menurut pengakuan pihak sekolah, kesurupan massal telah berlangsung selama seminggu. Kejadian itu terjadi sejak adanya pembangunan ruangan laboratorium sekolah. Akibat pembangunan itu, pohon besar yang berada di area itu terpaksa harus ditebang. Untuk mengatasi kejadian aneh itu, pihak sekolah pun mengundang tokoh adat untuk melakukan upacara adat di lokasi pembangunan.

6. Kesurupan massal Siswi SMPN 1 Buntok, Kalimantan Tengah

Pada Senin (13/09/2018) sebanyak 28 siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengalami kesurupan massal. 

Menurut salah seorang guru di sekolah tersebut, kesurupan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB usai upacara menaikan bendera. Diceritakannya, sebelum terjadi kesurupan massal itu, pada saat upacara menaikan bendera, tali benderanya putus. Meskipun demikian upacara bendera itu bisa tetap berlanjut.

Setelah kejadian itu, untuk menghindari-hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah pun memulangkan seluruh murid, baik dari kelas VII hingga kelas IX. Kesurupan siswi secara massal itu terjadi saat gedung sekolah tersebut dalam proses renovasi, sehingga kondisinya gaduh.

Pada hari berikutnya (14/09/2018) kesurupan pun terjadi lagi. Bahkan jumlah siswi yang mengalami kesurupan melebih dari hari sebelumnya. Menurut Ustadz setempat hal itu terjadi karena pengaruh mahluk gaib yang merasa terganggu karena anak-anak yang mungkin bercandanya kelewatan.

7. Kesurupan massal di Pabrik Garmen Kabupaten Semarang

Pada Jumat (09/03/2018), puluhan buruh pabrik garmen PT Sahabat di Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendadak mengalami kesurupan massal. Mereka berteriak-teriak hingga menimbulkan kepanikan terhadap buruh lainnya.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 14.00 WIB saat para buruh sibuk bekerja. Tak disangka seorang wanita buruh tiba-tiba menunjukkan gejala kesurupan. Dalam waktu singkat, sejumlah buruh yang lain juga memperlihatkan gejala sama. Demi mengantisipasi kemungkinan terburuk, sejumlah polisi diterjunkan ke lokasi kesurupan massal itu untuk melakukan pengamanan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini