Cerita Pilu Ibu yang Paksakan ASI Eksklusif, Anaknya Malah Meninggal karena Dehidrasi

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 02 Agustus 2019 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 02 196 2086949 cerita-pilu-ibu-yang-paksakan-asi-eksklusif-anaknya-malah-meninggal-karena-dehidrasi-YRrnGteybT.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

IBU mana sih yang tidak mau memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif pada anaknya. Tapi, bukan berarti seorang ibu harus anti-dengan susu formula. Sejatinya, seorang ibu bisa menentukan kapan dia harus memberikan susu formula pada anaknya.

Pasalnya, kebutuhan gizi setiap anak berbeda, begitu pula dengan kemampuan si Ibu memberikan ASI. Jika kekurangan cairan, maka bayi pun bisa mengalami dehidrasi.

Dehidrasi pada bayi tidak bisa dianggap sebagai hal sepele. Kekurangan cairan tubuh bisa mengakibatkan sesuatu yang fatal bahkan berujung kematian.

Sebuah kisah pilu terjadi pada seorang ibu bernama Jillian Johnson. Dirinya harus kehilangan bayi hanya beberapa hari setelah dilahirkan karena dehidrasi. Butuh waktu kurang lebih lima tahun untuk membuat Jillian berbagi pengalamannya.

Butuh waktu kurang lebih lima tahun untuk membuat Jillian berbagi pengalamannya.

Melalui blog Fed Is Best, Jillian menceritakan kronologis nyawa anaknya yang diberi nama Landon terenggut. Dalam tulisannya, ia mengatakan tidak menyadari anaknya mengalami dehidrasi hingga menghembuskan napas terakhir.

Meskipun merasa sangat kehilangan dan takut dihakimi oleh orang-orang yang membaca kisahnya, Jillian berharap pengalamannya dapat mencegah orangtua lain mengalami hal serupa.

Melansir Parents, Jumat (2/8/2019), Jillian dan suami sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk menjadi orangtua yang baik. Selama masa kehamilan, mereka sering menghadiri kelas-kelas persiapan dan mencari informasi dari buku. Mereka mengetahui bila menyusui sangat penting agar bayi tumbuh menjadi anak yang sehat.

Jillian pun melahirkan Landon di rumah sakit yang pro ASI. Artinya, pihak rumah sakit mengarahkannya untuk menyusui sang bayi. Setelah proses melahirkan melalui operasi caesar, Jillian terus menyusui Landon secara eksklusif.

Selain itu, berat badannya turun hampir 10% dua hari setelah dilahirkan.

Beberapa kali konsultan laktasi datang melihat dan memastikan bayi menyusui dengan cara yang baik sehingga semuanya dikatakan baik-baik saja.

Namun sebenarnya ada keanehan yang terjadi. Landon seringkali menangis dan baru berhenti ketika berada di payudara Jillian untuk menyusui. Selain itu, berat badannya turun hampir 10% dua hari setelah dilahirkan.

Semula hal itu dianggap sebagai sesuatu yang wajar, sebab penurunan berat badan setelah lahir adalah hal yang normal. Jillian pun berpikir semuanya baik-baik saja dan percaya Landon menerima cukup ASI. Hal ini dikarenakan dokter serta tenaga medis lain tidak mengatakan sesuatu yang mengkhawatirkan.

Sayang semua pikiran itu salah. Landon mengalami serangan jantung akibat dehidrasi 12 jam setelah pulang ke rumah. Pada saat itu usianya belum genap tiga hari dan ia harus dirawat di NICU untuk mendapatkan pertolongan. Tentu penyesalan mendalam sangat dirasakan oleh Jillian. Hal ini lantaran anaknya tidak mendapatkan cukup ASI padahal ia sering menyusui.

"Setelah kejadian itu dokter NICU memberikan saran. Menurutnya, memberikan ASI langsung lewat payudara memang cara yang terbaik, namun tidak ada salahnya menyusui juga dilakukan dengan botol untuk memastikan bayi mendapatkan makanan yang cukup," katanya.

"Andai bisa kembali ke masa lalu, saya pasti akan melakukannya. Sayang semua terlambat, Landon meninggal beberapa jam setelah mendapat pertolongan perawatan," tandas Jillian.

seorang dokter anak, Rachel Prete, MD mengatakan kasus yang dialami Jillian cukup jarang terjadi.

Sementara itu, seorang dokter anak, Rachel Prete, MD mengatakan kasus yang dialami Jillian cukup jarang terjadi. Sebab biasanya dokter, perawat, dan konsultan laktasi akan membantu mengarahkan ibu baru untuk menyusui dengan baik serta cara menghadapi berbagai tantangan.

Dirinya mengingatkan bayi yang mendapatkan cukup ASI biasanya mengeluarkan ekspresi puas dan tertidur. Oleh karenanya, jika orangtua merasa ada yang tidak beres, maka bisa meminta bantuan dokter untuk mengecek status hidrasi bayi.

Tak hanya itu, ada tanda-tanda peringatan yang harus diperhatikan jika bayi mungkin mengalami dehidrasi. Mulai dari ibu yang tidak dapat mengeluarkan kolostrum atau ASI, bayi menunjukkan tanda-tanda lapar dan tidak pernah puas, penurunan berat badan, serta bayi tidak buang air kecil maupun buang air besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini