nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rehab Robotik Pasien Stroke Dianggap Lebih Efektif, Jaminan Sembuh?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 05 Agustus 2019 09:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 05 481 2087724 rehab-robotik-pasien-stroke-dianggap-lebih-efektif-jaminan-sembuh-CwybvhrO4u.JPG Rehab robotik untuk pasien stroke (Foto: Medipol Mega University)

PASIEN stroke kebanyakan bermimpi bisa kembali berjalan atau setidaknya dapat menggerakkan tangannya kembali. Upaya itu sejatinya sulit dirasakan apabila Anda mengalami lumpuh total.

Ya, kondisi lumpuh tubuh karena stroke membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Akibat dari itu, beberapa pasien stroke bahkan depresi dan tidak bersemangat menjalani hidup. Padahal, ada upaya penyembuhan untuk masalah yang satu ini.

Pasca pengobatan untuk menstabilkan kondisi kesehatan tubuh, pasien stroke akan memasuki fase rehabilitasi. Dalam fase ini, pasien stroke diajak untuk bisa menjadi manusia seutuhnya kembali, di mana dia diajarkan lagi bagaimana cara berjalan atau memegang.

Proses ini biasanya sulit dilakukan jika tanpa terapis yang membantu. Nah, sekarang ini bahkan tidak hanya terapis, tetapi robot pun digunakan untuk memaksimalkan penyembuhan. Rehabilitasi pasien stroke dengan robot dijelaskan Dokter Spesialis Saraf dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S, bahkan dianggap lebih efektif dibandingkan cara konvensional.

 Rehab robotik

Alasannya adalah repitisi berulang dan konsistensi yang terjaga. Dua hal ini yang kemudian memaksimalkan proses aktifnya lagi tangan dan kaki pasien stroke atau yang disebut dengan neuroplastisitas.

"Jadi, dengan neuroplastisitas inilah sel saraf di otak beradaptasi dan menyesuaikan fungsinya sebagai respons terhadap situasi baru atau perubahan yang terjadi," terangnya pada Okezone, beberapa waktu lalu.

Dokter Sukono melanjutkan, dalam tahapan rehabilitasi robotik, terapis akan melihat terlebih dulu kondisi pasien stroke sebelum dia memulai terapi. Apa saja keluhan yang dialami, bagian tubuh mana saja yang lumpuh, pun bagian tubuh yang dirasa akan sangat cepat perkembangannya.

"Ini biasanya dilakukan pra-rehabilitasi. Jadi, nanti terapis akan menilai kondisi pasien stroke dan ini yang menentukan robot apa yang akan digunakan dalam proses rehab," ucapnya.

Sampai saat ini, ada empat robot yang digunakan sebagai alat rehabilitasi. Lokomat, Andago, Fourier, dan Armeo. Keempat robot ini tentu punya tugasnya masing-masing dan bagaimana tahapan rehab ini dilakukan?

1. Robotik Lokomat

 Robotic Lokomat

Untuk robot yang satu ini, dr Sukono menjelaskan kalau fungsinya ialah mengembalikan pola jalan normal dan melatih keseimbangan jalan. Robot ini dinilai paling cocok untuk pasien stroke yang sama sekali tidak bisa menggerakan tubuhnya.

"Menariknya, robot ini bisa langsung dipakai oleh pasien stroke pasca pengobatan medis. Sebab, robot ini punya alat penyangga yang bisa menopang kaki yang lumpuh," tutur dr Sukono.

Untuk berapa lama pemakaian robot, dr Sukono tidak bisa memastikannya. Itu semua kembali kepada kondisi pasien. Jika memang kondisinya sangat lumpuh, tentu akan jauh berbeda dengan pasien stroke yang tidak terlalu parah kelumpuhannya.

2. Robotik Andago

 Robotic Andago

Kalau robot yang satu ini, bisa dibilang lanjutan dari robot Lokomat. Jadi, terapis menjelaskan kalau si pasien stroke sudah bisa berdiri tetapi perlu memperlancar jalannya. Nah, robot Andago akan berfungsi di tahapan itu. Sebab, robot ini membuat pasien stroke bisa merasakan kembali proses berjalan tentunya dengan keamanan yang luar biasa.

Sementara itu, untuk pasien stroke lengan, ada dua robot yang bisa menjadi pilihan tergantung kondisi Anda. Yaitu robot Fourier dan robot Armeo.

3. Robotik Fourier

 Robotic Fourier

Robot yang satu ini dianggap cocok untuk pasien stroke lengan lumpuh total. Jadi, pasien benar-benar tak bisa menggerakkan tangannya. Nah, dengan bantuan robot ini, fleksibilitas anggota gerak lengan bawah, pergelangan tangan, dan jari tengah dapat berfungsi kembali.

Proses terapinya sangat menyenangkan, karena pasien diajak seperti main gim online. Dengan rangsangan yang diberikan, diharapkan pasien stroke lengan bisa kembali menggerakkan tangannya.

"Perlu diketahui, untuk pasien stroke lengan lumpuh total, mereka sangat kesulitan untuk sekadar gerakkin tangan, apalagi mengepal. Nah, robot ini membantu setidaknya pasien bisa merasakan lagi fungsi tangan dan diharapkan bisa benar-benar berfungsi, walau tak seperti sedia kala," papar dr Sukono.

4. Robotik Armeo

 Robotic Armeo

Nah, jika dirasa pasien stroke sudah mulai bisa menggerakan tangan, maka yang harus dilakukan setelahnya adalah membuat tangannya semakin. Karena itu, mengembalikan fleksibilitas anggota gerak lengan atas dan koordinasi otak perlu ditingkatkan. Robot ini memiliki fungsi tersebut.

Pada tahapan ini, pasien stroke diharapkan sudah bisa menggenggam bahkan mengayuhkan lengannya. Tentu, bukan waktu yang singkat untuk bisa mendapatkan manfaat tersebut.

"Dan perlu ditegaskan kembali, penggunaan robot dalam tahap rehabilitasi ini tidak akan mengembalikan fungsi tubuh sedia kala. Sebab, adanya kerusakan sebelumnya membuat organ tubuh tidak sama lagi seperti dulu. Tetapi, setidaknya pasien stroke bisa kembali merasakan fungsi tubuhnya, bergerak atau pun berjalan, karena hal ini yang paling mereka inginkan setelah tubuhnya dinyatakan sudah sehat," tambah dr Sukono.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini