nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kandung Kemih Ngilu, Deteksi Dini Kanker Prostat dengan 3 Cara Ini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 05 Agustus 2019 14:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 05 481 2087889 kandung-kemih-ngilu-deteksi-dini-kanker-prostat-dengan-3-cara-ini-lRYdWV4VsZ.jpg Deteksi dini kanker prostat (Foto : Boldsky)

Setiap pria berpotensi untuk mengalami kanker prostat. Sebagaimana diketahui, kanker prostat menempati urutan kedua penyakit yang paling sering dialami di dunia. Sementara di Indonesia kanker prostat masuk ke dalam urutan kelima sebagai penyakit yang paling sering diderita.

Meskipun mengerikan, namun kanker prostat ini masih bisa disembuhkan. Tapi kesembuhan tersebut bergantung dengan tingkat stadium yang dialami pengidapnya. Hal tersebut disampaikan langsung oleh staf Medik Departemen Urologi RSCM-FKUI, dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp. U(K), Ph.D.

prostat sakit

“Kanker prostat hanya dialami oleh pria dan menempati urutan kedua di dunia sebagai penyakit yang paling sering dialami. Kanker prostat bisa timbul jika stadium sudah lanjut. Stadium 1-2 bisa dilakukan radiasi dengan peluang sembuh hingga 100 persen,” terang dr. Agus, dalam acara Pusat Layanan Prostat Terpadu RSCM, Senin (5/8/2019).

Lebih lanjut, ukuran prostat yang masih kecil tidak akan mengalami gangguan atau keluhan. Namun, ketika prostat sudah mulai membesar makan akan terjadi beberapa keluhan. Oleh sebab itu, melakukan deteksi dini bisa menjadi salah satu cara terbaik yang bisa diambil untuk mengurangi risiko terkena kanker prostat.

“Beberapa keluhan seperti kandung kemih atau ngilu kerap terjadi. Pria usia di atas 45 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan dini, apalagi memiliki keluarga yang memiliki riwayat prostat. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan deteksi dini adalah colok dubur, pemeriksaan darah (PSA) dan biopsi prostat,” lanjutnya.

Cek Prostat

Walaupun begitu, banyak masyarakat yang mencoba menghindari untuk melakukan biopsi karena dinilai bisa memicu kanker untuk menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun, sebenarnya hal tersebut tidak berlaku demikian.

“Ketakutan masyarakat untuk melakukan biopsi bisa menyebabkan sel kanker menyebar ke seluruh bagian tubuh lainnya adalah tidak benar. Biopsi adalah prosedur pengambilan sel yang diduga mengalami kanker untuk diteliti dan diperiksa oleh para peneliti yang kompeten,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini