Gara-Gara PLN, Pria Ini Harus Relakan 18 Ikan Koi Peliharaannya Mati Sia-Sia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 05 Agustus 2019 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 05 612 2087898 gara-gara-pln-pria-ini-harus-relakan-18-ikan-koi-peliharaannya-mati-sia-sia-VqSCwHdy0K.jpg Ikan Koi. (Foto: Kaiser Simanungkalit)

Kasus mati listrik PLN yang terjadi pada Minggu (4/8/2019), siang hingga malam hari menyisakan cerita di tengah masyarakat. Mulai dari ibu-ibu gosok seragam pakai panci, kemunculan kuntilanak, hingga sulitnya ibu menyusui karena gelap.

Selain kisah itu, Okezone juga menemukan kisah lain yang tak kalah menarik. Dilihat dari curhatan netizen bernama Heriandi Lim di Facebook, dia membagikan foto yang menyedihkan. Dalam foto tersebut, Heriandi memamerkan sejumlah ikan koi yang mati. Ikan-ikan tersebut dia jejerkan di atas lantai. Mengacu pada foto tersebut, ikan yang mati sebanyak 18 ekor.

 Ikan

(Foto: Kaiser/Facebook)

Di postingannya itu, Heriandi menuliskan caption tegas tapi menyedihkan. "Korban PLN," tulisnya. Postingan tersebut pun memicu reaksi banyak netizen, termasuk Kaiser Simanungkalit, yang ternyata pemilik asli dari ikan-ikan tersebut. Kaiser sendiri telah membagikan cerita ini dalam akun Facebook milik istrinya, namun karena akun Facebook tersebut di private, tidak semua netizen bisa meneruskan.

Kepada Okezone Kaiser pun mengungkapkan bahwa ikan yang mati adalah jenis Koi dan Kaviat (ikan pemakan kutu Koi). Ikan-ikan ini mati karena listrik yang padam hingga lebih dari 6 jam bahkan di beberapa daerah hingga 12 jam lamanya.

Kalau dikalkulasi dengan jumah ikan koi dan ikan mas yang mati, maka kerugian yang dialami Kaiser mencapai Rp10 jutaan. "Ikan Koi yang kecil aja itu saya beli Rp500 ribu, kalau yang gede harganya bisa Rp1 jutaan lebih," terangnya pada Okezone melalui sambungan telepon.

Kaiser pun mejelaskan secara detail kejadian di momen mati lampu tersebut. Jadi, di siang hari dia mesti mengantarkan anaknya les biola di kawasan ITC Permata Hijau, Jakarta, sedangkan kediamannya di Bekasi. Dia tahu kalau kondisi rumahnya mati lampu saat berangkat. "Tapi, ya, di pikiran saya mati lampu yang nggak lama, palingan 2 jam doang," terangnya.

Setelah mendengar itu, Keisar panik bukan main. Dia akhirnya segera pulang ke rumah karena sangat khawatir dengan ikannya.apakah listrik sudah menyala. Saat dia telepon tetangganya itu, jawaban yang dia dapatkan adalah belum

Tapi, sekitar pukul 4 sore, Kaiser coba bertanya ke tetangganya, apakah listrik sudah menyala. Saat dia telepon tetangganya itu, jawaban yang dia dapatkan adalah belum. Setelah mendengar itu, Kaiser panik bukan main. Dia akhirnya segera pulang ke rumah karena sangat khawatir dengan ikannya.

Sesampainya di rumah, dia melihat ikannya sudah pada mati. Namun, ada 5 ekor yang masih 'megap-megap'. Setelah itu Kaiser bawa 5 ikan tersebut ke belakang rumah, dipindahkan ke tempat baru.

"Jadi, di kolam (depan) itu sebetulnya ada 23 ekor ikan, 17 ikan Koi dan 6 ikan Kaviat. 5 yang masih hidup saya pindahkan ke kolam belakang yang ada 4 ikan Koi besarnya. Jadi, ikan Koi saya yang tersisa berjumlah 9 ekor," tambahnya.

Netizen pun ikut berkomentar terkait dengan ikan koi yang mati. Rata-rata mereka menyesalkan mati lampu yang membuat kerugian bagi banyak orang.

Seperti yang dikatakan Yami Wen. "Ya, buruan ganti lagi. Ikan mas kan lambang duit, kalau mati semua artinya nanti duitnya seret," katanya.

Efek PLN ini bahkan dikatakan akun Ade Afrizal sebagai kondisi yang membahayakan. "Sangat tragis! Pembunuhan massal," katanya. Lalu, ada netizen lain yang berkomenar ini, "Gugat Pak! Minta cerai saja PLN," celetuk Harry Yeo.

Lalu, ada netizen lain yang berkomenar ini,

Selain ikan yang dianggap sebagai korban PLN, menurut Wawan Saefuddin, kalau kondisinya seperti yang dialami Kaiser, maka bukan cuma ikan yang jadi korban, tapi pemiliknya juga. "Sebentar lagi yang jadi korbannya pemilik ikan, karena serangan jantung hahahaha," ucapnya.

Berita ini telah diedit untuk menambahkan komentar dan cerita dari pemilik ikan Koi Kaiser Simanungkalit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini