nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dianggap Terlalu Bagus, Tas UMKM Asli Semarang Ditahan Bandara Rusia

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 17:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 06 194 2088414 dianggap-terlalu-bagus-tas-umkm-asli-semarang-ditahan-bandara-rusia-e8seIbTUAg.jpg Tas UMKM ditahan Bandara Russia (Foto: Twitter)

BUKAN rahasia lagi jika kerajinan tangan asli masyarakat Indonesia memang sangat mengagumkan. Tapi apa jadinya jika saking mengagumkannya, kerajinan tangan hasil karya anak bangsa ini malah sempat mengalami masalah di luar negeri? Seperti halnya tas unik buatan UMKM asal Semarang.

Sebagaimana hasil pantauan Okezone, Selasa (6/8/2019) di media sosial, kisah ini diungkapkan oleh seorang netizen dengan akun bernama “@gus_dibyo” melalui laman Twitter pribadinya. Di mana hingga berita ini ditulis, kisah viral soal tas tangan asli Semarang yang ditahan di bandara Rusia ini sudah diunggah ulang (Retweet) sebanyak 1900 kali dan mendapatkan 2000 likes dari para netizen pengguna.

Awalnya rombongan tim UMKM yang berangkat bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk mengikuti pameran Fest Indonesia Moscow 2-4 Agustus 2019.

Tas unik

Membuka cerita, @gus_dibyo menuturkan, ialah Shahnaz dengan UMKM ‘Roro Kenes” yang membuat produk tersebut. Berangkat ke Moskow, Rusia, Shahnaz secara resmi termasuk dalam tim rombongan Jawa Tengah bersama Ganjar Pranowo untuk membuka stand di pameran di Fest Indonesia Moscow.

“Sedikit cerita antara nyesek sekaligus bangga tentang produk tas dr Mbak Shahnaz yang bikin tas Roro Kenes. Sahnaz ini ikut rombongan Jateng bareng mas @ganjarpranowo pameran di Fest Indonesia Moscow 2-4 Agt,” tulis @gus_dibyo.

Tas unik

@gus_dibyo melanjutkan, di satu hari sebelum pameran digelar, tepatnya di tanggal 1 Agustus 2019, produk-produk tas Roro Kenes yang dibawa oleh Shahnaz tidak bisa dibawa keluar dari bandara Demodova, bahkan Shahnaz harus ditahan berjam-jam karena harus mengikuti prosedur interogasi oleh petugas bandara.

Tak diduga, penahanan produk-produk tas Roro Kenes dan Shahnaz selama empat jam di bandara tersebut, disebutkan @gus_dibyo karena pihak imigrasi bandara menganggap tas-tas Roro Kenes asli Semarang itu adalah handbag bermerek mewah bak buatan Eropa. Pihak Rusia tidak percaya bahwa tas yang dibawa Shahnaz tersebut adalah tas buatan Indonesia.

“Lha ktk datang tgl 1 kmrn di Bandara Demodova tyt tas2 Roro Kenes gak bs keluar. Sahnqz ditahan 4 jam lebih, diinterogasi macam-macam. Usut punya usut, mereka anggap tas Roro Kenes itu buatan eropa seperti Louis Vitton, Channel, Bottega. Orang Rusia juga gak percaya itu tas buatan indonesia, apalagi Semarang, ora kenal,” lanjut @gus_dibyo.

Ternyata, pihak bandara Demodova menilai bahwa tas-tas ini sangat halus dan bagus sebab dibuat dari material bahan kulit eksotis yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Dugaan ini membuat tas Shahnaz bahkan harus diperiksa oleh sekitar 15 orang petugas bandara, untuk memeriksa dokumen-dokumen yang dibawa. Padahal tahukah Anda, material bahan yang dipakai oleh Shahnaz hanya kulit sapi seharga satu juta rupiah dan karung goni, yang mana dijual di pasaran hanya sekitar Rp112.000 per satu tas nya.

 Tas UMKM

Sayangnya, meski Shahnaz sudah mengantongi dokumen resmi dari pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia). Naasnya, pihak bandara tetap tidak percaya. Alhasil hingga acara festival dimulai, dua model produk tas-tas Roro Kenes ini tetap tidak bisa keluar dari bandara Demodova.

“Mereka nilai tas itu buatannya sangat  halus dan bagus, katanya malah dari kulit eksotis yang harganya ratusan juta rupiah. Padahal produk Roro Kenes yang dibawa ada 2 model. Satu dari kulit sapi dengan harga sejutaan rupiah, satunya lagi dari bahan karung goni harganya paling mahal 8 USD. Kok dikira ratusan juta, gila banget. Sahnaz antara bingung juga geli, mereka bahkan ada 15 orang yang ngecek tas Roro Kenes. Diteliti bahannya, jahitannya, dokumennya. Meski ada dokumen lengkap dr KBRI, tetep saja mereka gak percaya. Sampe acara festival dimulai, tas Roro Kenes tidak bisa keluar bandara,” jelasnya.

Ditahan pihak keamanan bandara, sayangnya Shahnaz yang sudah jauh-jauh terbang ke Rusia pada akhirnya tidak bisa mengikuti pameran. Tapi di satu sisi, @gus_dibyo mengungkapkan bahwa Shahnaz sebagai seniman tas, merasa bangga karena dengan kejadian ini memperlihatkan betapa orang Rusia mengakui kualitas tas buatan asli Indonesia, tepatnya Semarang.

“Meski gelo krn tak bs pameran, Sahnaz bangga juga karena secara enggak langsung orang Rusia akui kualitas tas bikinan Semarang. Padahal tas karung goni ternyata kualitasnya sama dengan tas ratusan juta buatan Italia,” tutup @gus_dibyo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini