nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbesar Ke-2 di ASEAN, Kematian Ibu dan Anak Indonesia Masih karena Terlambat Dideteksi

Yunita, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 13:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 07 196 2088833 terbesar-ke-2-di-asean-kematian-ibu-dan-anak-indonesia-masih-karena-terlambat-dideteksi-bs1V41tXen.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAAT ini Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Asia Tenggara. Laporan World Bank tahun 2017, dalam sehari ada empat ibu di Indonesia yang meninggal akibat melahirkan. Dengan kata lain ada satu ibu di Indonesia yang meninggal setiap enam jam.

CO-Founder dan CPO Sehati, Abraham Sauzan, menyebut sebenarnya kondisi kehamilan bisa dideteksi oleh Cardiotocography (CGT). Sayangnya, CTG terlalu mahal, besar, sehingga tak semua layanan kesehatan memilikinya.

Menurutnya, alat ini digunakan untuk mendiagnosa detak dan irama jantung bayi, memonitor gerakan janin, serta mencatat kontraksi ibu hamil.

risiko kematian ibu melahirkan di Indonesia, masih menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara,

Dia melanjutkan, risiko kematian ibu melahirkan di Indonesia, masih menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat ke 2 dalam masalah kematian Ibu dan Anak.

"Permasalahan yang kurang menjadi pusat perhatian banyak, yakni terlambatnya untuk mendeteksi faktor resiko pada Ibu pada saat hamil," katanya di acara Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Jakarta.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini