nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Unik, Kota Ini Keluarkan Surat Izin Mengemis Seharga Rp372 Ribu, Berlaku 3 Bulan

Muhammad Nazri, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 14:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 07 612 2088887 unik-kota-ini-keluarkan-surat-izin-mengemis-seharga-rp372-ribu-berlaku-3-bulan-nbOimrYQMx.jpg Pengemis jalanan yang akan terkena aturan harus memiliki surat izin mengemis (Foto: Sputnik)

PEMERINTAH setiap negara selalu berusaha untuk mengatasi permasalahan gelandangan dan pengemis di jalanan dengan berbagai program sosial.

Berbeda dengan Swedia, pemerintah daerahnya justru menerbitkan surat izin mengemis seharga Rp372 ribu yang berlaku selama tiga bulan. Jika tak mengantongi surat izin mengemis, maka pelakunya dapat diamankan dan diharuskan membayar denda.

Pengemis di kota Eskilstuna, sebelah barat Stockholm, diharuskan membayar sekira 250 krona Swedia atau Rp372 ribu untuk mendapat izin mengemis. Izin ini berlaku selama tiga bulan dan dapat dibuat secara online dengan mengisi formulir online atau mendatangi kantor polisi dengan membawa KTP. Bagi mereka yang mengemis tanpa lisensi akan dikenakan denda sebesar 4.000 krona Swedia atau sebesar Rp5,9 juta.

Peraturan yang dibuat atas inisiasi anggota dewan Sosial Demokrat, Jimmy Jansson bertujuan untuk mengurangi dan membuat pengemis lebih sulit untuk berkeliaran di jalanan. Peraturan ini juga menjadikan kota pertama di negara itu yang meluncurkan peraturan kontroversial.

Dilansir dari situs Sputnik News, Jimmy Jansson berharap dengan adanya perizinan ini mendorong pemerintah untuk mendata dan memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan dana sosial. “Mari kita lihat bagaimana hasil perizinan ini,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa banyak kritik atas aturan surat izin mengemis ini. Tomas Lindroos, dari LSM Badan Amal Stadsmission menyatakan bahwa perizinan tersebut akan meningkatkan peluang untuk mengeksploitasi orang-orang yang kurang mampu.

Kelompok kriminal bisa saja membiayai perizinan mengemis untuk memeras hasil yang didapat oleh pengemis.

Sekitar 5.000 orang hidup dalam kondisi buruk, tinggal di hutan dan di bawah jembatan misalnya. Perizinan ini dibuat untuk menerima dan menganggap seorang pengemis sebagai bagian dari warga negara Swedia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini