nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Jurnalis Aditya Eka Diejek Kingkong sejak Kecil hingga Kuliah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 11 Agustus 2019 00:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 10 196 2090347 curhat-jurnalis-aditya-eka-diejek-kingkong-sejak-kecil-hingga-kuliah-IOpYG5t3i4.jpg Curhat Aditya Eka jadi korban body shaming (Foto : @adiitoo18/Instagram)

Proses perubahan Adit

Letih mendapat olokan orang-orang dan dia juga merasa kurang fit dengan tubuh gemuk, Adit akhirnya memutuskan untuk diet. Ya, selain untuk mengubah pandangan sosial, alasan biar sehat juga diamini Adit.

Diet juga menjadi pilihan Adit karena berat badannya sudah di angka 130kg. Bukan berat badan yang ideal tentunya bagi anak remaja. Adit juga merasa kalau dia tidak diet, itu akan berdampak pada kesehatannya di masa depan.

Akhirnya proses diet dilakukan. Saat awal-awal diet, banyak sekali orang yang meremehkan Adit. Mereka itu menganggap Adit tidak akan berhasil menurunkan berat badan dan akan selamanya diolok gembrot, gendut, babon, atau kingkong.

Tapi, Adit benar-benar serius. Setiap bulannya dia menargetkan turun 2 sampai 3 kg saja. Angka tersebut juga sesuai dengan yang dianjurkan dokter pribadinya.

Adit korban

Diet dilakukan selama kurang lebih 4 tahunan. Adit turun 40 kilogram selama jangka waktu tersebut, dengan estimasi per bulan turun 10 kg.

Apa yang Adit lakukan untuk menurunkan berat badan?

"Semua bertahap. Yang pasti, tetap makan karbohidrat, masih makan nasi, sesekali oatmeal dan umbi-umbian," terangnya.

Nah, untuk detailnya, pada tahun pertama, Adit mengaku hanya pola makan tanpa olahraga, karena tubuh gemuk tidak boleh berolahraga, apalagi lari. Jadi, cuma pola makan saja yang diperhatikan.

"Jadi, yang biasanya makan mi pakai nasi, minum susu kental manis, minum minuman kemasan, itu semua diubah menjasi makan nasi pakai lauk, minum susu kental manis sebulan sekali atau dua bulan sekali, dan tidak lagi minum minuman kemasan," ungkap Adit.

Adit jalan

Setelah tahun pertama berlalu, di tahun kedua akhirnya Adit menambahkan aktivitas fisik, yaitu jalan kaki. Perlu diingat, selama proses diet di tahun kedua, asupan makanan sudah sangat terjaga dan ini dilakukan Adit secara konstan.

Singkat cerita, di tahun keempat, olahraganya dinaikan levelnya jadi aerobik. Pola makan masih stabil. Bahkan, selain aerobik, Adit juga menambahkan olahraga HIIT dan sejenisnya dan ngegym.

"Sesudahnya, tinggal maintance saja. pola makan normal. Normal dalam artian, masih makan dan minum semuanya, tinggal tahu batasan saja. Masih makan mi instan kalau mau," paparnya.

Adit juga menjelaskan, ada kalanya dalam enam bulan diet mau makan yang nggak mikirin kalori atau sehat atau tidaknya. Ya, sekali lagi dengan batasan yang wajar dan tidak ketagihan. Bagi Adit, yang penting sudah tahu pola makan sehatnya.

Dia pun mengaku pernah mencoba gaya diet seperti OCD, diet rendah garam, atau cuma makan buah. Tapi, semuanya kurang berdampak. "Ujung-ujungnya diet paling cocok buat tubuh aku, ya, diet gizi seimbang," tambahnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini