nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penghapusan Fitur Like di Instagram Bagus untuk Kesehatan Mental, Ini Kata Peneliti

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 22:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 12 481 2091059 penghapusan-fitur-like-di-instagram-bagus-untuk-kesehatan-mental-ini-kata-peneliti-Ki3O1TgTAY.jpg Penghapusan fitur likes di Instagram baik untuk kesehatan mental (Foto: Medicalnewstoday)

PLATFORM berbagi foto dan video, Instagram telah menjalankan uji coba penghapusan fitur jumlah ‘Like’ serta ’Views’ di 7 negara yaitu Australia, Brazil, Kanada, Islandia, Italia, Jepang, dan Selandia Baru. Tujuannya untuk menghilangkan tekanan bagi para pengguna agar tidak lagi berfokus pada jumlah ‘Like’ yang diterima dan penonton yang melihat video lalu membandingkannya dengan orang lain.

Dengan begitu pengguna diharapkan dapat lebih mementingkan isi konten dan kisah mereka. Penghapusan fitur oleh Instagram ini didukung banyak pihak guna mencegah masalah kesehatan mental.

Sebab membandingkan diri dengan orang lain bisa menghancurkan kepercayaan diri seseorang. Terlebih media sosial saat ini bisa membuat seseorang terobsesi dengan kehidupan orang lain yang terlihat sempurna. Namun apakah menghapus fitur ‘Like’ dan jumlah penonton benar-benar efektif?

 Likes di Instagram

Menurut profesor psikologi dan ilmu saraf di Duke University, Mark Leary, PhD, cara itu mungkin dapat membantu tapi tidak serta merta mengakhiri perbandingan. Alasannya karena pada dasarnya setiap orang akan membandingkan diri dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari bahkan tanpa umpan balik secara langsung.

“Orang cenderung mengatakan ‘dia lebih cantik’, 'dia lebih atletis,' dia lebih pintar, 'dia lebih jahat,' dan sebagainya. Hal itu dapat bertambah parah saat melihat di media sosial orang tersebut seakan disukai oleh semua orang. Bagi saya, membandingkan diri dengan orang lain tanpa mengetahui bagaimana mereka dinilai jauh lebih baik,” ujar Leary mengomentari dampak fitur Like di Instagram terhadap kesehatan mental seperti Okezone kutip dari Health, Senin (12/8/2019).

Hal senada turut diungkapkan oleh psikolog yang memiliki spesialisasi di kesehatan mental dan citra tubuh wanita, Melanie Katzman, PhD. Menurutnya ada tingkat intensitas yang berkurang dengan menghilangkan jumlah like dan views. Sebab angka hanya membuat orang cenderung berfokus pada popularitasnya ketika membandingkan diri.

 Instagram dailymail

“Kita memang tidak bisa menghindari perbandingan sosial karena kita makhluk sosial dan kompetisi adalah hal yang wajar. Menghilangkan angka dan membuatnya lebih pribadi jelas merupakan langkah yang benar," ujar Katzman.

Baik Leary dan Katzman mengatakan penghapusan fitur itu dapat membuat orang lebih sadar tentang bagaimana komunikasi elektronik menjadi pengganti koneksi manusia dan implikasinya. Katzman mencontohkan, obsesi terhadap jumlah suka membuat pengguna media sosial menghabiskan waktu lebih banyak untuk menerima laporan.

"Ada orang yang bangun setiap pagi dan memutuskan apakah itu hari yang baik atau hari yang buruk berdasarkan jumlah suka pada foto yang baru diunggahnya. Apabila jumlah suka naik, maka suasana hati naik, begitu sebaiknya. Hal ini sangat beracun karena pada dasarnya angka tidak seharusnya mengendalikan kebahagiaan,” tutur Katzman.

Leary juga mengatakan jumlah suka memengaruhi cara seseorang berpikir bagaimana mereka diterima di lingkungannnya. Apabila jumlahnya tinggi, itu menandakan mereka disukai banyak orang. Sebaliknya, apabila jumlah suka hanya sedikit, maka mereka tidak disukai dan diterima oleh lingkungannya.

“Padahal, jumlah orang yang menyukai sebuah unggahan tidak berdampak pada kesejahteraan sebenarnya. Bukan berarti seseorang yang menerima ‘Like’ banyak pada unggahan fotonya diterima dengan baik di kehidupan nyata dan memiliki hubungan yang baik dengan orang lain. Begitu juga sebaliknya,” pungkas Leary.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini