nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Video Melawan Pelecehan Seksual, Jangan Cuma Diam!

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 14:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 13 196 2091304 viral-video-melawan-pelecehan-seksual-jangan-cuma-diam-xSrsbk4lK3.jpeg Pelecehan seksual di transportasi online (Foto: Pattayaone)

PELECEHAN seksual hingga kini masih marak terjadi. Meskipun pelecehan seksual bisa dialami oleh laki-laki, namun perempuan lebih sering menjadi korban. Salah satu tempat yang cukup sering terjadi pelecehan seksual adalah transportasi umum.

Modus pelaku untuk melakukan pelecehan seksual di transportasi umum bermacam-macam. Ada yang sengaja berdiri berhimpitan dengan korban lalu menggesek alat kelaminnya di area tertentu. Ada yang langsung mencolek bagian tubuh tertentu dan ada pula yang menghembuskan napas di dekat wajah korban.

Perilaku-perilaku seperti itu biasanya membuat korban merasa takut. Dirinya tidak bisa berbuat apa-apa selain menahan tangis. Belum lagi orang-orang sekitar alias penumpang yang kemungkinan besar melihat tindak pelecehan tersebut seakan diam saja dan tidak peduli. Hanya sedikit korban yang berani melawan dan mempermasalahkannya.

Di sisi lain, apabila melihat ada orang di sekitar yang mengalami pelecehan seksual, sudah sepantasnya kita tidak berdiam diri. Kita harus menghentikan tindakan tersebut untuk membantu korban. Baru-baru ini di Twitter viral sebuah iklan layanan masyarakat yang mengampanyekan pentingnya bersuara saat ada tindak pelecehan.

Iklan layanan masyarakat itu diunggah oleh akun @adeirawandotcom. Bersamaan dengan video iklan, dirinya menuliskan cuitan berisi imbauan saat melihat orang lain mengalami pelecehan seksual.

"JANGAN DIAM. Kasus pelecehan seksual terjadi dan berulang-ulang diberitakan. Ayo, jangan diam. Cegah dan hentikan. Sumber: Kalyanamitra Channel," tulisnya seperti yang Okezone kutip Selasa (13/8/2019).

Video iklan berdurasi 45 detik itu mengisahkan seorang perempuan yang tengah berdiri di dalam Transjakarta. Kemudian ada seorang laki-laki yang mendekat dan merapatkan tubuhnya ke perempuan itu. Laki-laki tersebut kemudian menggesekkan alat kelaminnya ke bokong perempuan yang merasa tidak nyaman.

Melihat hal itu, seorang penumpang laki-laki lain yang kebetulan mendapatkan duduk langsung berdiri dan mempersilahkan perempuan tersebut menduduki kursinya. Penumpang laki-laki yang memberikan tempat duduk itu juga memelototi penumpang laki-laki yang melakukan pelecehan.

Pada adegan berikutnya, tampak seorang perempuan berdiri di sebelah segerombolan laki-laki. Gerombolan tersebut menyuruh salah satu temannya untuk melakukan tindak pelecehan. Temannya itu langsung menyambangi peremuan dan menghembuskan napasnya tepat di leher perempuan seperti hendak mencium.

Melihat hal tersebut, penumpang perempuan lain langsung memanggil petugas di dalam bus Transjakarta untuk melakukan penindakan terhadap penumpang laki-laki yang melakukan pelecehan. Di akhir video, ada 3 hal yang disampaikan jika melihat terjadi pelecehan di transportasi umum. Pertama, tegur pelaku. Kedua, pisahkan korban dan pelaku. Ketiga, laporkan kepada petugas.

Hingga berita ini ditulis, cuitan berisi iklan layanan masyarakat tersebut telah di-retweet lebih dari 60 ribu kali dan disukai lebih dari 40 ribu kali. Selain itu, ratusan komentar juga dituliskan menanggapi video iklan.

Beberapa komentar di antaranya adalah cara perempuan menghadapi pelecehan seksual. Contohnya seperti akun @chmaureeno yang menulis, "pernah kejadian ditempat kerja, ada yg sengaja nyolek.. nah berhubung lagi bawa mangkok ditangan langsung aja kutampol palanya pake mangkok.. mampoos 🙄." Lalu ada akun @arshann yang mengatakan, "Saya pernah sekali melawan pelaku pelecehan seksuaI menggunakan cincin yang tajam. Lalu saya menyuruh perempuan yang menjadi korban untuk pergi."

Intinya, jangan lupa untuk selalu melawan saat ada tindak pelecehan seksual. Lakukan apapun sebisa mungkin untuk melindungi diri sendiri atau orang lain yang menjadi korban.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini