nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bau Kentut Menyengat, Sidang Debat Parlemen di Kenya Sampai Ditunda

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 13 Agustus 2019 18:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 13 612 2091466 bau-kentut-menyengat-sidang-debat-parlemen-di-kenya-sampai-ditunda-ROP4JtRmpA.jpg Ilustrasi (Foto: News.com.au)

Semua orang pasti memahami bahwa kentut menimbulkan bau yang dihindari. Tapi bagaimana jika hasil kentut seseorang ini menghasilkan bau yang teramat sangat bahkan sampai membuat acara penting ditunda untuk beberapa saat?

Well, percaya atau tidak, inilah yang terjadi di Kenya, Afrika tepatnya dalam sebuah acara resmi siding parlemen. Sebagaimana diwarta Vt, Selasa (13/8/2019) media lokal setempat melaporkan, bahwa bau busuk kentut yang menyengat tiba-tiba menyeruak ke udara ketika siding parlemen regional Kenya tengah digelar.

Kejadian ini membuat orang-orang yang berada di acara tersebut pun mencoba menerka-nerka, siapakah pelakunya.

 Perempuan menutup bokong

Salah satu anggota yang hadir, Julius Gaya disebutkan secara gamblang mengatakan dia tahu siapa sosok yang telah mengeluarkan bau kentut tidak pada tempatnya tersebut.

“Pembicara yang terhormat, salah satu dari kita telah mencemari udara dan saya tahu siapa orangnya” ujar Julius.

Menariknya, sang ‘terdakwa’ yang diduga oleh Julius pun langsung menampik dugaan tersebut sambil berujar santai kepada hadirin yang ada untuk menerima keadaan tersebut.

“Saya bukan pelakunya, saya tidak bisa melakukan hal seperti itu di depan rekan-rekan kerja saya,” ungkap sang terdakwa.

Mencoba menenangkan suasana ricuh akibat adanya bau kentut tersebut, Edwin Kakach selaku pembicara, diketahui lebih lanjut kemudian mencoba untuk meredakan situasi.

Edwin mencoba menyarankan agar gelaran parlemen mengambil waktu istirahat terlebih dahulu, sembari disemprotkannya penyegar udara di dalam ruangan parlemen.

“Segera ambil dan semprotkan penyegar ruangan, rasa apapun yang bisa ditemukan di kantor. Entah itu rasa vanila atau rasa stroberi. Kita tidak bisa terus-terusan duduk di lingkungan yang baunya tidak enak,” bunyi instruksi Edwin.

Untungnya, insiden bau kentut ini tidak berlangsung lama karena bau yang menyengat tersebut cepat hilang dan parlemen dapat kembali melanjutkan debat. Waduh ada-ada saja ya!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini