nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada Dermatitis Atopik, Kenali Penyebabnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 14:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 14 481 2091793 waspada-dermatitis-atopik-kenali-penyebabnya-vr6j0JHkHj.jpg Kenali penyebab dermatitis atopik (Foto : Medicalnewstoday)

Manusia tidak lepas dari segala penyakit yang menyerang selama hidupnya. Alhasil, ada baiknya seseorang untuk selalu waspada dan cepat tanggap dalam menanggulangi berbagai penyakit yang menyerang. Salah satu penyakit yang harus Anda waspadai adalah Dermatitis Atopik (DA).

Sebagaimana diketahui Dermatitis Atopik adalah sebuah penyakit kulit kronis yang dapat menyerang segala jenis usia mulai dari bayi sampai dengan lansia dan tidak mengenal semua jenis kelamin. Selintas penyakit ini mirip dengan alergi, namun sebenarnya terdapat beberapa perbedaan yang mendasarinya.

kulit gatal banget

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Anthony Handoko, SpKK, mengatakan bahwa ciri utama dari DA adalah kulit yang meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah. Apabila penyakit ini dianggap remeh dan tidak segera ditangani, maka akan menurunkan kualitas hidup seseorang.

“Pada anak kecil Dermatitis Atopik berbentuk putih seperti panu. Biasanya menyerang lipatan siku, lipatan lutut, leher, wajah dan beberapa lipatan tubuh lainnya. Dermatitis Atopik ini ada di dalam tubuh setiap manusia dan sifatnya kronis sehingga bisa timbul kapan saja. Jadi, alangkah lebih baiknya jika bisa dikontrol dengan baik,” terang dr. Anthony, dalam acara Waspadai Dermatitis Atopik, Rabu (14/8/2019).

Tentunya setiap penyakit memiliki penyebab dan faktor pemicunya tersendiri. Yang jelas Dermatitis Atopik merupakan penyakit keturunan dan risiko atopiknya dimiliki oleh setiap orang. Dalam kesempatan ini pun dr. Anthony menyebabkan beberapa pemicu terjadinya Dermatitis Atopik.

“Pemicu terbesarnya adalah riwayat keluarga dan faktor genetic yang berperan, daya tahan tubuh menurun, debu, serbuk kayu, serbuk gypsum, semen, bulu hewan peliharaan, cuaca dengan suhu yang tinggi atau perubahan cuaca, stress secara emosional, gigitan serangga hingga iritasi detergen,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, ada baiknya seseorang segera mengonsultasikan gejala tersebut kepada dokter spesialis kulit agar bisa memperoleh penangan dengan cepat. Menurut data World Allergy Organization 2018, prevalensi penderita Dermatitis Atopik pada anak adalah 5-30 persen dan pada manusia dewasa sebesar 1-10 persen populasi di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini