nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terkena Dermatitis Atopik, Lakukan 3 Hal Ini agar Tidak Infeksi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 16:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 14 481 2091819 terkena-dermatitis-atopik-lakukan-3-hal-ini-agar-tidak-infeksi-lialqFmmUk.jpg Tips merawat dermatitis atopik agar tidak infeksi (Foto : Helloskin)

Suhu Jakarta yang cukup panas disertai musim kemarau panjang menyebabkan seseorang mudah mengalami penyakit. Salah satu penyakit yang harus diwaspadai adalah Dermatitis Atopik (DA). Dermatitis Atopik merupakan kelainan kulit atau eksim yang sering terjadi pada bayi, anak dan orang dewasa.

Selain debu, tanpa disadari cuaca ekstrim yang menerpa beberapa wilayah di Indonesia membuat seseorang bereaksi mengeluarkan atopinya. Sebagaimana diketahui, Dermatitis Atopik merupakan sebuah penyakit genetik, sehingga setiap orang memiliki sel atopik dalam dirinya.

Hal ini pun dibenarkan oleh Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Anthony Handoko, SpKK. Menurutnya Dermatitis Atopik bersifat kronis sehingga bisa muncul dan hilang kapan saja. Karenanya mengontolnya agar tidak muncul adalah cara yang tepat. Namun apabila Dermatitis Atopik muncul, maka ada beberapa cara untuk mengobatinya.

“Pengobatannya bervariasi mulai dari tropical, oral, maupun penyinaran. Pada anak kecil, maka mereka akan tidur dan diberi sinar dengan gelombang tertentu dengan ruang atopinya. Tapi pengobatan paling sering menggunakan salep kortikosteroid yang berfungsi untuk melembapkan kulit karena penderita Dermatitis Atopik suka mengeluh kalau kulitnya kering,” terang dr. Anthony, dalam acara Waspadai Dermatitis Atopik, Rabu (14/8/2019).

kulit gatel

Berbicara mengenai pengobatan secara oral, dr. Anthony mengatakan bahwa terapi dengan mengonsumsi obat akan diberikan berdasarkan derajat keparahan penderitanya. Obat oral akan diberikan apabila Dermatitis Atopik timbul dengan parah, biasanya ketika mengalami infeksi akibat menggaruk secara berlebihan.

“Terapi oral akan diberikan berdasarkan derajat keparahan yakni jika telah mengalami infeksi. Yang terpenting adalah meningkatkan daya tahan tubuh penderita karena Dermatitis Atopik akan lebih sering terjadi jika kondisi tubuh penderitanya melemah,” lanjutnya.

Selain itu, dr. Anthony juga memberikan beberapa tips untuk merawat kulit yang terjangkit Dermatitis Atopik. Sekiranya ada tiga tips penting yang bisa dilakukan agar penyakit tersebut bisa dikelola dengan baik dan tidak menimbulkan gejala yang lebih parah di kemudian hari.

1. Ketika mandi

Pastikan pendeita Dermatitis Atopik tidak mandi dengan durasi yang terlalu lama, yakni sekira 10-15 menit dengan air dalam kondisi hangat suam kuku. Menjaga kebersihan pun harus dilakukan dengan intensitas mandi yang dianjurkan sebanyak 1-2 kali/hari. Alih-alih ingin semakin bersih, hindarilah penggunaan scrubbing pada saat membersihkan diri. Pastikan oleskan pelembap kurang lebih tiga menit sesudah mandi.

2. Sebelum keluar rumah

Pastikan menggunakan tabir surya dengan tingkat SPF30 mengingat suhu di Indonesia yang sedang panas-panasnya. Untuk menghindari iritasi kulit, pastikan menggunakan pakaian yang mampu menyerap keringat dengan baik. Gunakanlah topi dan kacamata hitam untuk menghindari paparan sinar matahari langsung karena Dermatitis Atopik bisa terjadi di bagian wajah.

pakai tabir surya

3. Pemilihan sabun yang benar

Dalam memilih sabun seorang penderita Dermatitis Atopik juga harus selektif. Tidak semua sabun cocok untuk digunakan, pastikan menggunakan sabun yang lembut atau non soap dan memiliki PH dafri 4-6. Ada baiknya sabun yang digunakan tidak mengandung pewangi atau bahan kimi yang mungkin berbahaya lainnya. Pasalnya kulit penderita Dermatitis Atopik akan lebih sensitif daripada manusia normal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini