nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Jadi Negara Pertama yang Izinkan Pengembangan Chimera

Kamis 15 Agustus 2019 11:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 15 481 2092140 jepang-jadi-negara-pertama-yang-izinkan-pengembangan-chimera-WN4NkvnlKQ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Penelitian memunculkan kekhawatiran etika terkait kemungkinan sel manusia akan berada di otak binatang, sehingga dapat "memanusiakan" kognisi binatang.

Tetapi Nakauchi sepakat merancang percobaannya sedemikian rupa "sehingga sel hanya akan terkait dengan pankreas".

Pada bulan Juli, panel ahli Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains dan Teknologi (MEXT) menyetujui penelitiannya selama memenuhi persyaratan dan proses tertentu. "Binatang dengan wajah manusia tak akan pernah dilahirkan"

Teknik yang digunakan termasuk modifikasi genetika embrio binatang untuk mengambil gen terkait untuk pembuatan organ tertentu - dalam kasus ini, pankreas, tetapi di masa depan, kemungkinan juga organ lain seperti hati dan ginjal.

Para peneliti kemudian menyuntikkan embrio binatang dengan sel punca manusia. Mereka juga diizinkan untuk membiarkan embrio dilahirkan.

 Mereka juga diizinkan untuk membiarkan embrio dilahirkan.

Izin kementerian mewajibkan percobaan Nakauchi hanya dilakukan pada binatang kecil yang secara genetika jauh dari manusia, kata Ayako Maesawa, direktur Bioetika Kementerian Jepang kepada BBC.

Tim juga harus mengawasi setiap tahapan perkembangan sel manusia pada otak embrio. Mereka kemudian akan menghabiskan dua tahun untuk mengamati perkembangannya setelah tikus lahir.

Nakauchi mengatakan kepada BBC, begitu seluruh masalah administrasi rampung, dia akan memulai penelitian pada bulan September.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini