nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saatnya Detoks Medsos, Fenomena Bullying dan FOMO Mengintai

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 19:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 15 481 2092439 saatnya-detoks-medsos-fenomena-bullying-dan-fomo-mengintai-o8PxvIvUJa.jpg Ilustrasi Kecanduan Medsos via HP

MARAKNYA kasus cyber bullying menyadarkan kita betapa berbahanya media sosial (Medsos) bila tidak digunakan dengan bijak.

Data menunjukkan, 70 persen orang Indonesia telah keranjingan bermain Medsos dengan durasi waktu lebih dari 4 jam sehari. Bahkan, 21 persen diantaranya menghabiskan waktu lebih dari 6 jam sehari.

Tak heran bila saat ini, Medsos dihiasi oleh kasus-kasus bullying yang meramaikan lini masa hingga munculnya fenomena Fear of Missing Out (FOMO).

Emotional Healing & Mindfulness Expert Adjie Santosoputro

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, serta menjaga kesehatan mental dan psikologis, Emotional Healing & Mindfulness Expert Adjie Santosoputro menyarankan para pecandu Medsos melakukan detoksifikasi atau detoks sosial media.

Adjie tidak memungkiri saat ini kebanyakan manusia modern telah terpapar teknologi. Bahkan, Medsos yang dinilai memberikan banyak manfaat, pada kondisi tertentu malah dapat membuat penggunanya kebingungan.

Bila sudah demikian, respons yang sering diambil oleh para pengguna cenderung apatis dan agresif. Mereka jadi lebih mudah emosi, tidak peduli dengan lingkungan sekitar, hingga tidak bisa tidur nyenyak. Pada kondisi inilah seseorang dinilai harus melakukan detoks sosial media.

"Kalau memang dirasa sudah terlalu berlebihan, itu tandanya perlu detoks sosial media," tutur Adjie Santosoputro saat ditemui Okezone, belum lama ini.

Detoks Medsos

Namun, perlu digarisbawahi bahwa proses detoks Medsos sendiri tidak bisa dilakukan secara instan. Harus melalui proses dan tahapan-tahapan tertentu. Tujuannya adalah untuk mencegah efek yoyo diet yang justru membuat seseorang mengalami kecanduan lebih dalam, meski telah berupaya melakukan tindakan preventif.

"Itulah pentingnya mindfulness atau mengolah pikiran dan tubuh di tempat dan waktu yang sama secara bersamaan. Karena detoks sosial media itu bukan untuk membenci, tetapi bagaimana supaya kita tidak berlebihan menggunakannya," timpal Adjie.

Cara detoksifikasi Medsos bisa dilakukan dengan berbagai tahapan. Pertama, mengurangi satu per satu akun media sosial secara bertahap. Cara ini dinilai lebih ampuh dibanding menghapus seluruh akun Medsos secara bersamaan yang pada akhirnya malah membuat Anda jauh lebih kecanduan dari sebelumnya.

Kedua, lakukanlah meditasi atau berdiam diri setidaknya 5 menit sehari. Adjie menyarankan agar proses ini dilakukan pada pagi hari, terutama bagi mereka yang baru mulai mencoba cara tersebut. 

"Kita itu lebih suka kepo kehidupan orang lain, tapi lupa ngepoin diri kita sendiri. Dengan kata lain, kita tidak pernah berbincang atau berusaha menginterview diri sendiri. Padahal ini penting untuk menimbulkan ketenangan batin dan mindfulness," pungkasnya.

1
3

Berita Terkait

Bahaya gadjet bagi kesehatan

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini