nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Misteri Goa Belanda dan Jepang yang Belum Terungkap hingga Kini

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 18:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 15 612 2092285 misteri-goa-belanda-dan-jepang-yang-belum-terungkap-hingga-kini-goF5od0dS2.jpg Misteri Goa Belanda dan Jepang yang belum terungkap (Foto: Dok. Okezone)

GOA Belanda dan Goa Jepang yang terletak di Taman Hutan Raya Ir.H. Djuanda, Bandung, tentu menyimpan sejarah dan misteri yang masih belum terungkap hingga saat ini. Masyarakat awam hanya mengetahui bahwa tempat tersebut menjadi saksi bisu di mana para masyarakat pribumi diperbudak dan disiksa secara tidak manusiawi.

Terdapat sekiranya dua goa yang jaraknya tidak terlalu jauh di area taman tersebut. Setiap goa pun memiliki sejarah masa lalu dan ceritanya masing-masing serta misteri yang belum terungkap hingga kini. Pada awal berdirinya, goa ini digunakan Belanda untuk menyadap air dari Sungai Cikapundung yang digunakan oleh PLTA.

Goa Belanda

Namun, pada masa perang dunia ke-2, Belanda memanfaatkan terowongan ini sebagai stasiun radio telekomunikasi. Sementara pada masa kemerdekaan, goa ini beralih fungsi sebagai gudang mesiu. Di sisi lain Goa Jepang dibangun pada 1942 yang difungsikan menjadi barak militer dan perlindungan yang memiliki 18 bungker.

Menurut penelusuran yang pernah dilakukan oleh Praktisi Supranatural, Ana Cikey belum lama ini. Sebenarnya sosok hantu yang mendiami gua ini saling berkaitan satu sama lainnya. Hal tersebut terungkap pada saat medium yang dilakukannya bersama tim iNewsTV dalam sebuah program televisi.

“Dalam Goa Belanda akan terasa kekejaman Belanda ketika menyiksa para masyarakat pribumi yang diperbudak dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Sementara di Goa Jepang akan terasa dimana masyarakat pribumi yang disiksa (Romusha) dan para serdadu Belanda yang dibantai habis oleh prajurit Jepang,” terang The Ana saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

 Goa Jepang Okezone

Meski banyak serdadu Belanda yang dihabisi oleh prajurit Jepang menggunakan pedang, namun tidak ada tabrakan energi antara sosok hantu Belanda dengan Jepang. Justru yang sangat kental terasa adalah aura kesedihan dari para masyarakat pribumi yang mengalami penderitaan tiada akhir di zaman itu.

“Gak ada crash antara serdadu Belanda dan prajurit Jepang. Karena tempat ini di Indonesia, maka aura kesedihan yang sangat terasa adalah aura para masyarakat pribumi di masa lalu. Selain itu beberapa hantu penunggu yang berada di luar goa seperti pocong, dan kuntilanak juga ikut berdatangan meramaikan tempat ini,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Teh Ana menyarankan bagi Anda yang datang ke tempat ini harus sopan dan sebisa mungkin memiliki hati yang bersih dan tidak sompral. Pasalnya tempat ini sangat angker dan menyimpan kenangan masa lalu yang sangat memilukan.

“Kejadian ketempelan makhluk halus bisa terjadi pada siapa saja tergantung bagaimana seseorang bersikap. Oleh sebab itu sikap sopan dan hati yang bersih harus dimiliki setiap pengunjung ketika datang ke tempat yang angker dan memiliki sejarah yang kelam,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini