nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Misteri Rumah Cimanggis, Tempat Hantu Noni Belanda Sering Muncul

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 20:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 15 612 2092384 misteri-rumah-cimanggis-tempat-hantu-noni-belanda-sering-muncul-aWXEC6xrxZ.jfif Rumah Cimanggis di Depok (Foto: Wahyu Muntinanto/Okezone)

Warga Depok tentu sudah tidak asing lagi dengan Rumah Cimanggis yang terletak di Kompleks RRI, Depok, Jawa Barat. Rumah tua peninggalan Belanda itu dikenal karena keangkerannya.

Tak terhitung sudah berapa banyak kejadian-kejadian mistis yang dialami oleh penduduk sekitar ketika melewati Rumah Cimanggis yang kini sudah terbengkalai.

Hasil penelusuran Okezone dari berbagai sumber, Kamis (15/8/2019), Rumah Cimanggis konon dibangun sejak abad ke 18, dan telah beberapa kali berganti kepemilikan. Pada awalnya dimiliki oleh Yohana van der Parra, istri Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-29 Albertus van der Parra, lalu berpindah tangan ke sejumlah orang Eropa hingga akhirnya menjadi bagian dari tanah milik Radio Republik Indonesia (RRI).

 Tempat berhantu

Seiring berjalannya waktu, kondisi Rumah Cimanggis kian memprihatinkan setelah dikosongkan pada awal 2000-an. Sekeliling bangunan dipenuhi dengan semak belukar, sementara terdapat juga bagian rumah yang dicuri. Namun akhirnya dilakukan pembenahan pada bangunan dan bagian yang dicuri berhasil ditemukan kembali.

Sejarah Rumah Cimanggis

Gambaran mengenai Rumah Cimanggis didokumentasikan oleh penulis buku Adol Heuken SJ dalam karyanya yang berjudul “Tempat-Tempat Bersejarah di Jakarta”.

 Tempat berhantu

Menurut penjelasan Adolf, Rumah Cimanggis memiliki atap tinggi dengan halaman yang luas dengan arsitektur yang memadukan gaya dari berbagai negara, di antaranya gaya Inggris dan Prancis.

Daerah Cimanggis sengaja dipilih sebagai lokasi bangunan, karena pada masa lalu, Batavia pernah berada dalam keadaan tidak sehat menyusul tersebarnya penyakit malaria yang merenggut banyak korban jiwa.

Untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut, para pejabat Belanda sepakat untuk mendirikan Rumah Cimanggis sebagai rumah peristirahatan di pinggiran Batavia yang lingkungannya dianggap lebih sehat.

Saat didiami oleh Yohana dan Albertus van der Parra, perekonomian di kawasan Cimanggis mengalami peningkatan yang cukup pesat. Apalagi setelah Pasar Cimanggis dibangun. Tempat ini menjadi sentra ekonomi masyarakat setempat. Sekarang pasar tersebut dikenal dengan nama Pasar Pal.

Setelah Yohana tutup usia, kepemilikan rumah berpindah tangan kepada seorang pengusaha bernama David Smith. Pria berkebangsaan asing itu hanya menempati rumah ini beberapa waktu saja karena usahanya bangkrut.

 Tempat berhantu

Buntut dari kasus tersebut, kepemilikan Rumah Cimanggis sempat tidak jelas. Kempilikan Rumah Cimanggis baru diketahui kembali pada 1953 dengan Samuel de Meyer tercatat sebagai pemiliknya. Sebelumnya, tentara Belanda sempat menempati rumah tersebut sebagai markas selama berlangsungnya agresi militer pertama.

Memasuki era orde baru, di sekitar Rumah Cimanggis didirikan tiga pemancar RRI pada 1964. Adanya pemancar RRI membuat fungsi Rumah Cimanggis ikut berubah. Pada 1978, Rumah Cimanggis dijadikan rumah dinas bagi karyawan RRI di mana rumah dibagi menjadi 13 bagian dan setiap bagiannya ditempati satu kepala keluarga.

Awal 2000-an, Rumah Cimanggis akhirnya dikosongkan. Sejak saat itu kondisi bangunan mulai tidak terawat dan secara perlahan mengalami kerusakan. Perhatian besar terhadap Rumah Cimanggis baru kembali muncul saat di komplek RRI tempat berdirinya bangunan ini direncanakan akan dibangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Kisah mistis seputar Rumah Cimanggis

Ada beragam kisah mistis yang pernah dialami warga lokal saat melewati Rumah Cimanggis. Salah satunya kisah pelajar SMK yang hendak melakukan sesi foto bersama untuk perpisahan sekolah. Meski sudah diingatkan jangan sampai petang berada di area rumah, mereka tidak mengindahkan saran tersebut.

Alhasil, ketika mereka tengah bersiap pulang, salah satu siswa tiba-tiba jatuh pingsan karena kesurupan. Menurut penuturan Nenek Fauzi, salah satu warga setempat, sosok makhluk halus yang memasuki tubuh siswa SMK digadang-gadang menyerupai Noni Belanda.

 Tempat berhantu

“Wujudnya sih Noni Belanda, nenek sempat tanya kenapa ikuti anak ini. Katanya si Noni mau ikut saja,” ujar Nenek Fauzi dikutip Okezone dari Tempo.

Selain kisah itu, Rumah Cimanggis juga kerap dijadikan sebagai lokasi syuting acara misteri. Bahkan, mantan paranormal yang kini sudah berhijrah, Ki Joko Bodo, langsung mengakui keangkeran bangunan peninggalan Belanda itu saat menginjakkan kaki di halaman rumah.

Dari sekian banyak kisah-kisah mistis yang beredar, konon ada juga sejumlah orang datang dari berbagai daerah hanya untuk mengambil batu atau tanah halaman Rumah Cimanggis. Menurut penuturan mereka, benda-benda tersebut dapat membantu menyempurnakan ilmu atau sekadar dijadikan jimat semata.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini