nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Pesan Berantai Bajakah Jadi Obat Kanker, Ini Kata Ahli Pengobatan Tradisional

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 12:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 16 481 2092689 viral-pesan-berantai-bajakah-jadi-obat-kanker-ini-kata-ahli-pengobatan-tradisional-mpEUodqapJ.jpg Bajakah diyakini dapat menjadi obat kanker (Foto : Everychina)

Beberapa hari terakhir, tanaman bajakah tengah menjadi buah bibir. Hal ini karena bajakah diyakini dapat menjadi obat kanker

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh dua orang siswi dari Palangakaraya, Kalimantan Tengah dalam kompetisi World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan, tanaman tersebut dikatakan mampu menyembuhkan kanker payudara. Sontak saja penemuan bajakah dapat menjadi obat kanker tersebut mencuri perhatian banyak pihak.

Bahkan ada sebuah pesan berantai di WhatsApp yang mengatakan masyarakat harus berhati-hati dalam mengonsumsi bajakah. Sebab ada bajakah yang beracun dan apabila dikonsumsi dalam kondisi tubuh sehat malah bisa berdampak membahayakan. Selain itu, dalam pesan juga diungkapkan jika sudah sejak lama suku Dayak memanfaatkan bajakah untuk menjadi obat kanker.

Tanaman Bajakah

Untuk mengonfirmasi isi pesan berantai tersebut, Okezone mencoba mencari tahu melalui salah seorang ahli pengobatan tradisional, Kameliati. Dirinya berasal dari Suku Dayak dan sudah mengenal obat tradisional sejak turun temurun selama 4 generasi. Menurutnya memang ada bajakah yang beracun.

"Akar bajakah itu banyak, ada 9 jenis dan 3 di antaranya beracun. Salah satunya ada tuba atau tawe yang apabila dikasih ke sungai ikan bisa pada mati," ujar Kameliati saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (16/8/2019).

Untuk itu, penggunaan bajakah tidak bisa sembarangan. Terlebih warna dan rupanya sekilas hampir sama, seakan tidak ada perbedaan. Kameliati menuturkan jika bukan masyarakat suku Dayak yang biasa menggunakan, akan sedikit kesulitan membedakan bajakah yang diyakini dapat menjadi obat kanker.

"Tapi kalau kami yang sudah mengenal dari kecil, bisa membedakannya. Dari segelintir daun saja sudah tahu mana yang bisa digunakan sebagai obat, mana yang beracun," imbuh Kameliati.

Berbicara mengenai pemanfaatan bajakah, Kameliati menuturkan bila sudah sejak lama obat tradisional digunakan untuk mencegah berbagai penyakit seperti tumor, kanker, jantung, dan ginjal. Namun memang tergantung dari jenisnya. Untuk obat kanker payudara yang ditemukan oleh dua siswa SMA, dirinya tidak bisa memastikan jenis bajakah.

Bajakah dari dayak

"Saya lihat pertama itu seperti bawang dayak, kemudian pas dilihat lagi seperti bajakah salalawi. Kemudian terakhir saya lihat akarnya berwarna kuning seperti bajakah bahenda yang memang betul-betul jadi obat, tapi bukan buat kanker aja. Bisa buat liver, malaria, dan lain-lain," terang Kameliati.

Pemanfaatan bajakah di masyarakat suku Dayak pedalaman sudah dilakukan sejak dulu kala. Alasannya karena jauh dari jangkauan dokter. Selain mengobati beragam penyakit dalam, bajakah juga sering digunakan untuk penyakit luar seperti sehabis melahirkan dan patah tulang. Cara konsumsi bajakah pun berbeda-beda.

"Contohnya untuk mengobati patah tulang daunnya ditumbuk dengan beras dan dibalur di tempat yang luka. Ada juga ramuan untuk diminum, tapi tidak bisa dibalur. Begitu juga sebaliknya, yang dibalur tidak bisa untuk diminum," papar Kameliati.

Bajakah batangnya

(Foto : Josewenarj New  To Be 1/Youtube)

Terakhir, mengenai imbauan untuk tidak mengonsumsi bajakah di saat tubuh sedang sehat, Kameliati membantahnya. "Biarpun tidak punya penyakit, konsumsi bajakah bagus karena untuk pencegahan. Tapi memang tidak perlu banyak, tidak usah setiap hari," pungkasnya. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini