nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral ART Campurkan Obat Penenang ke Susu Bayi, Ini Bahayanya

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 19:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 16 481 2092959 viral-art-campurkan-beri-obat-penenang-ke-bayi-ini-bahayanya-xWjQIhi87y.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BELUM lama ini media sosial ramai dengan kisah seorang ibu yang menemukan anaknya diberi obat penenang. Adapun jenis obat tersebut adalah cetirizine oleh asisten rumah tangga (ART) padahal sedang tidak sakit.

Melalui kisah yang dibagikan di akun pribadinya, ibu bernama Vierza Belinna itu mengatakan sang ART menambahkan obat ke dalam susu agar anaknya tidur pulas. Mirisnya, anak tersebut masih bayi dan usianya baru 4 bulan.

Beruntung, Vierza dan suaminya segera memergoki perilaku ART yang membahayakan anaknya. Sebab sang anak bertingkah aneh yaitu tertidur pulas meskipun sudah ditepuk serta dibangunkan dengan berbagai cara.

Hanya saja terjadi efek samping yaitu muntah-muntah lantaran campuran obat.

Selain itu, tercium pula aroma aneh dari botol susu yang diberikan oleh ART dan itu dikarenakan campuran cetirizine.

Vierza dan sang suami langsung memeriksakan bayi mereka yang diberi nama Great itu ke dokter. Beruntung bayi mungil itu masih bisa tertolong. Hanya saja terjadi efek samping yaitu muntah-muntah lantaran campuran obat.

Merangkum healthline, Jumat (16/8/2019), cetirizine sebenarnya adalah obat yang aman digunakan dan dijual bebas. Obat ini merupakan antihistamin untuk mengobati alergi pada anak-anak dan orang dewasa. Sebagai obat alergi, cetirizine hanya perlu diminum satu kali sehari.

Cetirizine dapat membantu meringankan gejala alergi ringan hingga sedang yang ditandai dengan bersin, hidung beringus, mata gatal atau berair, dan tenggorokan atau hidung gatal. Pemberian obat untuk anak-anak disarankan pada usia 2 tahun ke atas.

Apabila usianya masih bayi seperti Great, maka perlu konsultasi lebih lanjut ke dokter. Pemberian dengan dosis yang tidak sesuai alias overdosis dapat menyebabkan efek yang sangat serius.

Gejala overdosis meliputi kegelisahan, sifat lekas marah, dan rasa kantuk yang ekstrem. Rasa kantuk ekstrem inilah yang mungkin terjadi kepada Great mengingat ia sulit untuk dibangunkan ketika tidur.

Rasa kantuk ekstrem inilah yang mungkin terjadi kepada Great mengingat ia sulit untuk dibangunkan ketika tidur.

Selain overdosis, pada dasarnya cetirizine juga bisa memberikan efek samping mulai dari ringan hingga sedang. Efek samping yang wajar terjadi adalah rasa kantuk. Hal lain yang bisa terjadi adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit perut, batuk, diare, mimisan, mual, dan muntah.

Vierza menjelaskan bahwa anaknya sering tertidur pulas beberapa waktu belakangan melalui Instagram miliknya. Sampai akhirnya suatu ketika anaknya yang masih usia 4 bulan itu tidak terbangun meski dicium dan ditepok-tepok.

Saat itulah Vierza baru mengetahui bahwa anaknya diberi obat tidur oleh pembantunya. Dokter mengatakan obat tidur yang diberikan oleh pembantunya sejenis cetirizine.

"Pas dicek Puji Tuhan, Great so far baik sehat cuma itu efeknya dia muntah-muntahin semua susu yang masuk. Pas dicium botol susu yg dibuat si pembantu dan dibuat gw, dokter membenarkan kalo ada campuran obat di dalam susu gwen dan diagnosis lebih ke cetirizine," tulisnya.

Perlu Anda ketahui bahwa cetirizine adalah obat yang bisa digunakan untuk mengatasi gejala alergi dan flu, seperti bersin, kulit gatal, mata berair atau hidung meler.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini