nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SDM Berkualitas Lahir dari Ibu Sehat Fisik, Mental dan Sosial

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 21:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 19 196 2094014 sdm-berkualitas-lahir-dari-ibu-sehat-fisik-mental-dan-sosial-xf188iAQ1q.jpg SDM berkualitas lahir dari ibu yang sehat jasmani dan rohani (Foto: Sunny923)

PADA Pidato Kenegaraan dalam rangka memeringati Hari Kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat tema 'SDM Unggul Indonesia Maju'. Tema tersebut diambil lantaran lima tahun ke depan pemerintah akan fokus pada pembangunan Tanah Air. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Menanggapi pidato Presiden Jokowi tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyatakan, untuk menciptakan SDM berkualitas maka persiapannya harus dilakukan sejak dini.

SDM

Generasi di masa mendatang, sumber daya manusia (SDM) diharapkan memiliki talenta dan karakter yang kuat agar mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan informasi. Di sisi lain, generasi tersebut harus tetap berakhlak mulia sesuai norma Pancasila.

"Salah satu proses penting untuk menghasilkan SDM unggul adalah memastikan setiap bayi lahir dari seorang ibu yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Sehingga kedepannya hak-hak anak akan terpenuhi, baik itu hak pendidikan, pemanfaatan waktu luang, kesehatan dan kesejahteraan, serta hak sipil dan pengasuhan. Hak dasar itu harus dimiliki setiap anak," ujar Sekretaris KPPPA, Pribudiarta Nur Sitepu saat ditemui Okezone dalam konferensi pers, Senin (19/8/2019) di Gedung KPPPA.

 Ibu dan anak

Menurutnya, apabila semua hak dasar terpenuhi maka anak bisa menyuarakan pendapatnya di dalam keluarga maupun sistem ketatanegaraan. Dengan begitu, anak dapat menjadi generasi unggul karena turut terlibat dalam pengambilan keputusan. Di sinilah pentingnya peran orangtua.

“Untuk mencetak SDM yang pintar dan berbudi pekerti luhur harus didahului oleh SDM yang sehat dan kuat. Bukan hanya calon ibu, tetapi kita juga harus mempersiapkan calon ayah dan lingkungan yang sehat sehingga seluruh komponen, dari lingkungan terkecil, menengah, hingga besar, aman dan layak untuk anak-anak Indonesia,” tandas Pribudiarta.

Hal itu tentunya berkaitan dengan perkawinan usia anak yang diharapkan tidak terjadi lagi. Sebab, anak yang lahir dari ibu yang belum cukup umur berisiko mengalami stunting dan berdampak pada kualitas hidup anak kelak. Selain itu, secara mental, banyak pasangan yang menikah di usia dini belum siap menjadi orangtua sehingga memengaruhi pola pengasuhan anak. Kondisi-kondisi tersebut dapat menghambat terciptanya SDM yang unggul.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini