nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jakarta Terlalu Banyak Adakan Fashion Week?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 14:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 20 194 2094291 jakarta-terlalu-banyak-adakan-fashion-week-q06e8X0Sij.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Peran digital di era sekarang pun disadari desainer dan pihak penyelenggara fashion week. Itu bisa dilihat dari beberapa desainer bekerja sama dengan e-commerce untuk menjual koleksinya. Bahkan, beberapa fashion show sudah menerapkan 'see now buy now' yang memungkinkan tamu fashion show bisa langsung membeli koleksi yang baru saja tampil di runway.

Upaya melek digital ini, diakui Tjammy harus diterapkan pada desainer tanah air. Pasalnya, para desainer tidak bisa menolak untuk melawan digitalisasi pasar ini. Meski demikian, dia tak menampik masih banyak desainer lebih menyukai koleksi pasca-show.

"Akan terjadi memang pola semacam itu, hanya tetap beberapa teman-teman desainer masih nyaman dengan pola penjualan koleksi setelah fashion week berlangsung," ungkapnya.

Tjammy menambahkan, jika bicara 'see now buy now', beberapa pembeli khususnya di segmentasi kain wastra nusantara, mereka tidak begitu suka dengan belanja online. Pembeli koleksi tipe ini lebih suka menyentuh langsung koleksinya, karena setiap kain punya 'rasa' yang khas.

"Masih banyak pembeli koleksi kain wastra nusantara yang pengin 'touch' langsung koleksinya. Mereka sulit percaya dengan hanya mengandalkan foto yang disediakan di laman penjualan," sambungnya.

Tjammy menambahkan, dunia online akan terus berkembang dan tidak bisa dipungkiri akan memengaruhi dunia fashion. Tapi, menjadi catatan, setiap desainer juga mesti sadar bagaimana pasarnya, sehingga era digital ini bisa disikapi dengan dewasa. Sebab, bagaimana pun desainer dan karyanya punya pasarnya sendiri.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini