nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menyesap Kopi Tubruk Sembari Berburu Buku di Pasar Kenari

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 11:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 20 298 2094167 menyesap-kopi-tubruk-sembari-berburu-buku-di-pasar-kenari-rj7a1GRaYq.jpg Kedai kopi di Pasar Kenari (Foto: Dimas Andhika Fikri/Okezone)

Warga ibu kota kian dimanjakan oleh segudang fasilitas baru yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satunya adalah sentra belanja buku di lantai 3 Pasar Kenari, Salemba, Jakarta Pusat.

Ya, lokasi tempat ini tidak terlalu jauh dari pusat kota dan dapat disambangi menggunakan sejumlah transportasi umum. Berbeda dengan pasar buku pada umumnya, sentra buku di Pasar Kenari menyuguhkan berbagai fasilitas memumpuni dengan suasana yang sangat nyaman.

Sore kemarin, Senin, 19 Agustus 2019, Okezone berkesempatan melihat secara langsung sentra buku yang diberi nama ‘Wisata Buk' itu. Menurut penuturan salah satu security Pasar Kenari, sentra buku ini sebetulnya telah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 29 April 2019.

 Twit

Namun keberadaannya baru diketahui secara luas menyusul sebuah postingan viral yang diunggah oleh akun Twitter @irna_lestari. Dalam cuitannya, Irna menjelaskan secara singkat fasilitas apa saja yang bisa dijajal oleh para pengunjung ketika menyambangi sentra buku tersebut.

“Guys, just info. Di Pasar Kenari lt. 3 ada toko-toko buku (pindahan dari Kwitang dan Senen). Masih sepi pengunjung, padahal tempatnya enak ber-AC, bersih, ada mushola, ada kedai kopinya. Ini para pedagang di sana minta tolong dipromoin, karena mungkin belum banyak warga Jakarta yang tau,” tulis Irna.

Kedai kopi asli Bengkulu

 Kedai Kopi

Hasil pantauan Okezone, beberapa fasilitas yang disebutkan oleh Irna memang benar adanya. Suasana tempat ini terasa nyaman, bersih, dan lengkap. Bila masuk melalui pintu tengah, pengunjung bisa menemukan sebuah kedai kopi yang terletak di sudut ruangan yakni, Bencoolen Coffee.

Kedai kopi ini sangat layak untuk disambangi bagi para pengunjung yang sekadar ingin bersantai sembari membaca buku, atau beristirahat setelah puas berburu buku dari satu toko ke toko lainnya. Meski pilihan menunya sendiri tidak terlalu banyak, namun kualitas rasa dan harganya benar-benar sangat ‘worth it’.

 Kopi

Adhe Linge selaku Direktur Bencoolen Coffee mengatakan bahwa seluruh menu yang ada di kedai kopi miliknya itu menggunakan kopi robusta asli dari Bengkulu.

“100% kopi asli mas, tanpa campuran,” tutur Adhe saat ditemui Okezone di lokasi.

Penjelasan Adhe itu bukan tanpa alasan mengingat harga yang ditawarkan terbilang sangat terjangkau. Untuk olahan kopi tubruk, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp5 ribu saja. Sementara untuk olahan kopi susu ‘kekinian’ dibanderol seharga Rp15 ribu.

 Kopi

Ada sensasi rasa yang unik ketika Okezone menyesap secangkir kopi tubruk yang disajikan oleh salah satu barista kedai tersebut. Apalagi, olahan kopi mereka ini dipasangkan dengan sajian kue kacang khas Bengkulu.

Perpaduan rasa pahit khas robusta terasa begitu pas ketika disandingkan dengan sensasi rasa manis, renyah, dan gurih dari kue kacang.

“Kopi Bengkulu itu memang unik. Meski 95% hasil produksi adalah produk kopi robusta, tapi kopi robusta kami ini ditanam di atas ketinggian 1000 mdpl sehingga ada sedikit rasa khas dari arabika. Makanya, kopi Bengkulu bisa di-blend dengan kopi arabika seperti gayo dari Aceh,” terang Adhe.

Gencar promosi

Lebih lanjut, Adhe mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu memang tengah gencar mempromosikan potensi industri kopi mereka. Pasalnya, meski telah dinobatkan sebagai penghasil kopi terbesar ketiga di Indonesia, Bengkulu masih belum memiliki produk kopi yang populer di lidah masyarakat Indonesia maupun internasional.

Padahal, luas kebun kopi di provinsi ini mencapai 70.000 hektar dengan hasil produksi sekitar 65.000 ton per tahun.

 Kopi

Oleh karena itu, melalui promosi dan program ‘Kopi Jujur’ yang diusung oleh Pemprov Bengkulu, Adhe berharap agar kopi Bengkulu bisa dikenal lebih luas sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para petani kopi yang masih hidup di garis kemiskinan.

“Jadi ‘Kopi Jujur’ itu adalah program untuk mengenalkan kopi Bengkulu kepada masyarakat luas dengan cara menjual olahan kopi asli, benar-benar 100% kopi tanpa campuran dengan harga yang sangat terjangkau. Kami sudah bikin rencana dasarnya, dan mudah-mudahan bisa direalisasikan di 150 pasar di Jakarta. Kami juga mengirim kopi Bengkulu ke Paris agar orang-orang luar juga jadi lebih familiar,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini