Menyesap Kopi Tubruk Sembari Berburu Buku di Pasar Kenari

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 20 298 2094167 menyesap-kopi-tubruk-sembari-berburu-buku-di-pasar-kenari-rj7a1GRaYq.jpg Kedai kopi di Pasar Kenari (Foto: Dimas Andhika Fikri/Okezone)

Kedai kopi ini sangat layak untuk disambangi bagi para pengunjung yang sekadar ingin bersantai sembari membaca buku, atau beristirahat setelah puas berburu buku dari satu toko ke toko lainnya. Meski pilihan menunya sendiri tidak terlalu banyak, namun kualitas rasa dan harganya benar-benar sangat ‘worth it’.

 Kopi

Adhe Linge selaku Direktur Bencoolen Coffee mengatakan bahwa seluruh menu yang ada di kedai kopi miliknya itu menggunakan kopi robusta asli dari Bengkulu.

“100% kopi asli mas, tanpa campuran,” tutur Adhe saat ditemui Okezone di lokasi.

Penjelasan Adhe itu bukan tanpa alasan mengingat harga yang ditawarkan terbilang sangat terjangkau. Untuk olahan kopi tubruk, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp5 ribu saja. Sementara untuk olahan kopi susu ‘kekinian’ dibanderol seharga Rp15 ribu.

 Kopi

Ada sensasi rasa yang unik ketika Okezone menyesap secangkir kopi tubruk yang disajikan oleh salah satu barista kedai tersebut. Apalagi, olahan kopi mereka ini dipasangkan dengan sajian kue kacang khas Bengkulu.

Perpaduan rasa pahit khas robusta terasa begitu pas ketika disandingkan dengan sensasi rasa manis, renyah, dan gurih dari kue kacang.

“Kopi Bengkulu itu memang unik. Meski 95% hasil produksi adalah produk kopi robusta, tapi kopi robusta kami ini ditanam di atas ketinggian 1000 mdpl sehingga ada sedikit rasa khas dari arabika. Makanya, kopi Bengkulu bisa di-blend dengan kopi arabika seperti gayo dari Aceh,” terang Adhe.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini