nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyamuk DBD Suka Tinggal di Air Bersih dan Baju Bekas Pakai, Begini Mengatasinya

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 18:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 20 481 2094405 nyamuk-dbd-suka-tinggal-di-air-bersih-dan-baju-bekas-pakai-begini-mengatasinya-Sgu1xFasTj.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bisa menyerang siapa saja, terutama anak-anak dengan daya tahan tubuh yang masih rendah. Awal tahun ini saja, lebih dari 20 ribu orang menderita DBD dengan korban meninggal sekira 196 orang.

Sudah tahukah Anda di mana saja nyamuk Aedes Aegypti suka tinggal? Banyak yang beranggapan bahwa nyamuk DBD ini senang tinggal di genangan air dan tempat-tempat kotor seperti got. Ternyata ini adalah pemahaman yang salah kaprah.

Menurut dokter dari Enesis Group, Shabrina Ghassani Roza, nyamuk Aedes Aegypti justru lebih senang tinggal di air yang bersih.

"Nyamuk Aedes Aegepty ini suka air bersih. Jadi kalau ada genangan air yang bersih, dia suka berkembang biak. Dia justru enggak mau di air got," ujar dr Shabrina saat ditemui Okezone dalam sosialisasi pencegahan DBD di Jatinegara, Jakarta Timur baru-baru ini.

 Nyamuk

Untuk mengatasinya, Anda harus rajin menguras bak hingga membersihkan seluruh sudutnya. Karena di situlah nyamuk DBD berkembang biak.

Selain tinggal di air bersih, nyamuk ini juga senang tinggal di gantungan baju bekas pakai. Jadi semakin banyak Anda menggantung baju yang baru dipakai, maka bisa jadi semakin banyak nyamuk yang akan berkumpul di sana.

"Hindari menggantung pakaian bekas pakai karena nyamuk itu suka bau badan kita. Jadi kalau baju yang habis kita pakai kita gantung, dia senang berkembang biak di situ karena ada tempat gelap," lanjut dr Shabrina.

Ia melanjutkan, hanya nyamuk betina yang mau menggigit. "Dia butuh protein di darah kita untuk memperbanyak dirinya. Jadi kalau ada baju bekas bau kita menarik si nyamuk," katanya.

Nyamuk DBD biasanya akan aktif di pagi sekira pukul 09.00-11.00 dan sore hari pada 16.00-17.00. Meski telah mengetahui waktu aktif mereka, ada baiknya Anda selalu menjaga kebersihan kapan saja.

Dokter Shabrina juga menjelaskan, tidak semua nyamuk Aedes Aegypti berbahaya saat menggigit. Hanya nyamuk yang membawa virus dengue-lah yang dapat menyebabkan demam berdarah.

Selain itu, nyamuk ini juga hanya terbang sekira 100 meter. Karena itu, jika ada tetangga yang terserang demam berdarah, risiko terkena demam berdarah bagi orang di sekitarnya meningkat.

Atasi dengan 3MPlus

 Ibu-ibu dan sampah plastik

Tiga langkah pencegahan yang paling mudah dilakukan adalah dengan menerapkan 3M; menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi, serta mengubur atau mendaur ulang barang tak terpakai.

Namun tak hanya itu, Anda juga perlu melakukan langkah tambahan lainnya, yaitu dengan menggunakan lotion anti nyamuk ke bagian tubuh yang terbuka, menyemprotkan obat nyamuk ke ruangan, menanam tanaman pengusir nyamuk, hingga tidur menggunakan kelambu.

"Kalau anak-anak lebih berisiko, karena daya tahan tubuh mereka kan enggak sebagus kita yang dewasa. Kalau untuk anak-anak lebih aman pakai kelambu, kalau pakai lotion takutnya dijilat atau dihisap. Jadi kalau lotion buat dewasa saja," ujarnya.

Ani Aryani, HR Corporate Head Enesis Group mengatakan, sosialisasi pencegahan DBD diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan.

"Kami berharap ini akan membuat warga lebih peduli terhadap kesehatan diri serta keluarganya dan menjaga kebersihan lingkungannya agar terhindar dari DBD dan merdeka dari nyamuk," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini