nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Ratusan Perempuan Berkebaya Penuhi Stasiun MRT

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 23:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 21 194 2095022 ketika-ratusan-perempuan-berkebaya-penuhi-stasiun-mrt-Z6VQDk0zMj.jpg Ratusan Perempuan di Stasiun MRT Lebak Bulus (Foto: ASIB)

Ada pemandangan yang berbeda di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus pada Selasa, 20 Agustus 2019. Ratusan perempuan dan laki-laki mengenakan busana tradisional Indonesia. Para perempuan memakai kebaya, sedangkan laki-laki mengenakan baju batik hingga lurik.

Para perempuan yang mengenakan kebaya juga menyanyikan lagu-lagu nasional sepanjang rute MRT Lebak Bulus - Bundaran HI seperti Indonesia Raya, Maju Tak Gentar, Bagimu Negeri hingga Indonesia Pusaka.

 Orang-orang mengenakan busana nasional

Ratusan orang tersebut tergabung dalam Alumni SMA Indonesia Bersatu (ASIB). Mengambil tema 'Senandung Cinta Bangsa', aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI.

Selain itu, mereka mencoba mempopulerkan kembali kebaya sebagai warisan budaya yang tidak boleh dilupakan.

 Perempuan berkebaya

Sekretaris Jenderal ASIB, Dede Radin menuturkan awalnya mereka mencari ide yang unik untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI. Mereka juga ingin membuktikan kenyamanan naik kendaraan umum walaupun menggunakan baju nasional.

“Awalnya kita cari ide unik buat merayakan Hari Kemerdekaan lalu kepikiran pakai baju kebaya atau baju nasional, sekaligus mengajarkan juga kalau baju nasional tidak menghalangi kegiatan sehari-hari kita,” kata Dede.

Perempuan berkebaya

Metta Ariesta, Wakil Ketua ASIB menceritakan antusiasme para alumni untuk berkebaya sambil naik transportasi umum ini pun di luar dugaan. Menurutnya, awalnya panitia hanya menargetkan 150 orang saja. Tapi jumlahnya membludak hingga 500 orang, sampai memenuhi seluruh gerbong MRT.

“Awalnya 150, eh ternyata yang ikut 500 , kan kita masing-masing alumni juga sebarin ke grup masing-masing, akhirnya tadi enggak kenal tapi kita gabung," ungkap Metta.

Ia melanjutkan, sebanyak 500 yang mempopulerkan kebaya tersebut berasal dari Jabodetabek, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya.

Berharap perempuan konsisten mengenakan kebaya

 Perempuan berkebaya

Jiwa nasionalisme para wanita ini pun sangat menggelora ketika melakukan aksi berkebaya sambil naik transportasi umum. Karena walaupun tidak saling kenal tapi mereka kompak mengenalkan budaya Indonesia.

“Senang banget melihat yang lain pakai baju tradisional, bangga aja kita enggak kenal tapi kompak,” lanjut Metta.

Para perempuan ini pun berharap perempuan Indonesia mulai konsisten menggunakan kebaya setidaknya satu kali dalam seminggu.

“Kalau enggak biasa ya bakal panas, tapi kalau terbiasa pilih bahan yang adem dan bisa kombinasikan dengan sepatu flat shoes atau sepatu tali jadi mudah kok. Enggak sulit pakai kebaya untuk sehari-hari,” ujar Meta.

 Perempuan berkebaya

Ketua Alumni SMA Jakarta Bersatu (ASJB), Indra Soeharto yang juga tergabung bersama Gerakan Membangun Bangsa (GMB), dan Forum Alumni SMA Surabaya (FASS) berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk orang lain agar gemar berbusana nasional.

"Diharapkan melalui kegiatan ini akan lebih banyak lagi masyarakat yang gemar berbusana nasional khususnya kebaya, memiliki rasa cinta dan bangga pada Indonesia lebih daripada sebelumnya," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini