nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bandara Sorong Sempat Ditutup, Kadispar Raja Ampat: Aktivitas Wisata Tetap Lancar

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 09:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 21 406 2094637 bandara-sorong-sempat-ditutup-kadispar-raja-ampat-aktivitas-wisata-tetap-lancar-7t4UP8SmKQ.jpg Pulau Wayag Raja Ampat (Foto: Andrew Chan/Okezone)

Buntut dari kerusuhan yang terjadi di Kota Manokwari, berdampak signifikan pada sektor pariwisata di wilayah Papua Barat. Seperti diketahui, Papua Barat menjadi rumah bagi sejumlah destinasi wisata unggulan Indonesia, salah satunya Raja Ampat.

Akibat kerusuhan tersebut, sektor pariwisata Papua Barat sempat mengalami pergolakan. Pasalnya, massa dilaporkan sempat melakukan aksi perusakan beberapa fasilitas publik, termasuk fasilitas di Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, yang menjadi salah satu pintu utama wisatawan untuk masuk ke wilayah Raja Ampat.

Saat dikonfirmasi Okezone, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo mengaku tak mengetahui adanya kerusakan dan tak ingin berkomentar lebih banyak terkait rusaknya fasilitas bandara.

 Wisata laut

(Foto: Andrew Chan/Okezone)

"Saya enggak bisa berkomentar terkait kerusakan bandara harus langsung tanya otoritas bandara," katanya saat dihubungi Okezone, Selasa, 20 Agustus 2019.

Kerusakan fasilitas publik seperti bandara tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para wisatawan yang sedang, atau hendak berkunjung ke Raja Ampat.

Kendati demikian, Yusdi meyakinkan bahwa semua kegiatan wisatawan yang berada di Raja Ampat tidak mengalami masalah, bahkan berjalan lancar seperti biasanya.

"Semua kegiatan wisata berjalan lancar tidak ada kendala, di sini aman semuanya," timpalnya.

Potensi wisata Raja Ampat

 Pria berbaju putih berdiri

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir Raja Ampat memang menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan mancanegara ke Indonesia. Pasalnya, destinasi wisata ini menyuguhkan sejumlah spot diving yang sudah diakui dunia internasional.

Keeksotisan gugusan pulau karang di Raja Ampat pun digadang-gadang menjadi salah satu daya tarik utama di mata wisatawan.

Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa keindahan Raja Ampat tidak hanya terletak pada panorama alamnya saja.

“Penyinaran matahari di Raja Ampat itu cukup panjang, sehari bisa sampai 12 jam. Selain itu, air yang ada di tempat ini belum tercemar, kekayaan alamnya masih orisinil, serta pasir pantainya yang berkilau bak butiran berlian,” tutur Edi Sumarwoto, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

 Wisata laut

(Foto: Andrew Chan/Okezone)

Dari segi budaya, masyarakat di Raja Ampat memiliki beragam produk kebudayaan yang unik yang bisa dieksplorasi wisatawan. Salah satunya adalah bagaimana cara mereka merawat alam.

“Mereka punya kedalaman berfikir dan perasaan yang sangat halus sehingga bisa menghargai kehidupan alam yang ada disana. Tidak perlu teknologi canggih. Hanya kesadaran saja yang diperlukan,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini