nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Terjadi Kerusuhan di Papua, Festival Biak dan Budaya Lembah Tetap Berjalan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 10:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 21 406 2094651 sempat-terjadi-kerusuhan-di-papua-festival-biak-dan-budaya-lembah-tetap-berjalan-xe96VMdSUk.jpg Ilustrasi Papua. (Foto: Okezone)

KERUSUHAN yang terjadi di Kota Manokwari dan Sorong, Papua Barat, tengah menyita perhatian publik. Insiden ini berawal dari isu pengusiran warga Papua di Surabaya, Jawa Timur, pada 17 Agustus lalu.

Meski demikian, Kepala Dinas Pariwisata Papua Yoseph Matituna menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah Papua seperti Manokwari dan Sorong tidak membawa dampak besar pada sektor pariwisata Papua secara keseluruhan.

"Provinsi Papua berbeda dengan Pronvisi Papua Barat. Dan terkait kejadian kemarin di Manokwari dan Sorong tidak berdampak di Provinsi Papua, karena tidak terjadi hal-hal destruktif seperti di Papua Barat," tegas Yoseph Matituna saat dihubungi Okezone.

wisatawan yang hendak traveling. Ia pun berharap agar ke depannya kondisi Papua cepat pulih dan kembali kondusif.

Kendati demikian, Yoseph tidak memungkiri bahwa kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan wisatawan. Pasalnya, keamanan menjadi salah satu elemen terpenting dan pertimbangan utama bagi setiap wisatawan yang hendak traveling. Ia pun berharap agar ke depannya kondisi Papua cepat pulih dan kembali kondusif.

"Syukurnya 2 event pariwisata yang masuk dalam CoE Pariwisata Nasional yakni, Festival Biak Monara Wampase dan Festival Budaya Lembah Baliem sudah dilaksanakan menjelang 17 Agustus 2019," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut bahwa kerusuhan yang terjadi di Papua Barat lantaran masyarakat dan mahasiswa terpancing emosi dipicu oleh beredarnya video di Media Sosial (Medsos).

Menurut Dedi, massa yang berunjuk rasa diwarnai kerusuhan itu tidak terima dengan konten atau isi dari video yang beredar di medsos. Pasalnya, masyarakat Papua merasa terhina dari isi video tersebut.

Padahal, peredaran video tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya. Oleh sebab itu, Polri akan mengerahkan tim Siber Bareskrim Polri untuk menelusuri kebenaran konten video itu.

Pria berbaju putih berdiri

Unjuk rasa warga pun terjadi di Kota Manokwari, Papua Barat, sebagai bentuk protes dugaan persekusi dan serangan rasis terhadap mahasiswa Papua di Pulau Jawa. Bahkan, massa melakukan pembakaran terhadap Kantor DPRD Papua Barat.

Selain itu, pengunjuk rasa juga memenuhi jalan-jalan utama Kota Manokwari. Sejumlah ruas jalan protokol di Ibu Kota Papua Barat itu diblokir massa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini