nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Akses Kesehatan di Tengah Tren Wisata ke Destinasi Terpencil

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 20:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 21 406 2094972 asoka-remadja-ingatkan-pentingnya-akses-kesehatan-di-tengah-tren-wisata-nDr3gk3zMw.jpg Travel Blogger Asoka Remadja (Foto : Dimas/Okezone)

Industri pariwisata Indonesia terus menunjukkan taringnya di kancah internasional. Tak terhitung sudah berapa kali pemerintah melalui Kementerian Pariwisata mempromosikan potensi wisata Nusantara di hadapan dunia.

Mulai dari mengikuti pameran-pameran pariwisata besar di Eropa seperti Travel Expo ITB di Berlin, hingga mengundang para jurnalis, blogger, maupun para pesohor untuk melakukan wisata pengenalan (famtrip). Semuanya bertujuan demi menyebarluaskan destinasi wisata Tanah Air ke seluruh dunia.

Namun, di tengah gencarnya sosialisasi maupun promosi tersebut, Indonesia sebetulnya masih memiliki pekerjaan rumah yang besar, terutama menyangkut kesediaan infrastruktur pendukung wisata. Hal ini tentu bukan permasalahan yang sepele karena menyangkut kenyamanan dan keamanan para wisatawan.

Kurangnya infrastruktur pendukung wisata ini juga diakui oleh Travel Blogger Asoka Remadja Sungkharisma. Pria yang akrab disapa Soka itu bahkan sempat lebih memilih traveling ke luar negeri karena faktor infrastruktur maupun informasi.

Asoka Remadja

"Dulu saya itu selalu keliling ke luar negeri. Karena kalau dilihat dari infrastruktur, informasi, dan biayanya lebih lengkap dan murah. Waktu itu Indonesia di pikiran saya masih mahal dan ribet," terang Soka dalam acara Traveling Nyaman Dengan BPJS Kesehatan, di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).

Namun sejak 2014 lalu, Soka memutuskan untuk fokus menjalajahi Nusantara. Ia ingin membuktikan langsung apakah daerah-daerah wisata di Indonesia itu memang layak untuk disambangi.

Destinasi pertama yang ia kunjungi adalah Gunung Bromo, kemudian berlanjut ke Kalimantan, Flores, hingga ke pelosok-pelosok daerah lainnya.

"Awalnya cuman ingin bikin orang yang kerja kantoran iri, "Gila sob bagus nih", semakin digituin semakin ada keinginan untuk mengeksplorasi Indonesia. Dan ternyata negeri kita ini memang sangat indah. Meski dalam beberapa kasus, masih banyak yang harus dibenahi," terang Soka.

Fasilitas kesehatan masih minim

Ada satu pengalaman menarik yang hingga saat ini masih membekas di hati dan pikiran Soka. Kala itu, tengah berpetualang ke Pulau Togean di Sulawesi Tengah.

Ketika sedang menunggu di atas perahu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh gerombolan orang-orang yang tengah mengangkat seorang ibu hamil. Selidik punya selidik, tindakan tersebut dilakukan karena di daerah asal ibu itu tidak ada satu pun puskesmas maupun rumah sakit yang memadai untuk proses persalinan.

Asoka Remadja batik

"Di pulau itu enggak ada rumah sakit atau puskesmas. Jadi beliau harus di bawa ke Kota Gorontalo. Bahkan untuk sampai ke Gorontalo ibu itu harus bertahan selama kurang 14 jam, karena harus menyeberang menggunakan kapal lalu disambung jalur darat," ungkap Soka.

Berawal dari kejadian tersebut, Soka merasa terinspirasi dan mulai blusukan ke desa-desa terpencil untuk memberikan pengobatan gratis. Program ini bekerjasama dengan beberapa sahabatnya yang berprofesi sebagai dokter, dengan sifat sukarela.

"Sekarang, sudah mulai banyak dokter-dokter yang setiap bulan menyewa kapal di Gorontalo, lalu mereka memberikan pengobatan gratis di pulau-pulau terpencil di kawasan tersebut," tambahnya.

Kejadian yang tidak kalah menarik juga dialami Soka saat mengunjungi Desa Ollon di Sulawesi Selatan. Kala itu, ia mendapati seorang anak kecil terjatuh dari lantai 2 hingga membuat wajah sebelah kanannya mengalami cedera serius.

Periksa kesehatan

"Waktu itu, desa ini juga enggak punya fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Jadi dia harus dibawa ke Tana Toraja melalui jalur darat dengan durasi tempuh 2-3 jam. Harapan saya ya semoga ke depannya infrastruktur dan fasilitas di daerah-daerah terpencil itu semakin diperhatikan," kata Soka.

"Karena sekarangkan milenial maupun wisatawan pada umumnya lebih cenderung memilih tempat-tempat yang belum terjamah orang banyak. Tapi yang lebih utama fasilitas tersebut pasti akan sangat membantu penduduk lokal," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini