nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Budget Traveller Meningkat, Dongkrak Pertumbuhan Pariwisata

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 23:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 21 406 2095025 tren-budget-traveller-meningkat-dongkrak-pertumbuhan-pariwisata-6gFTuxsH2N.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Generasi milenial memegang peranan penting dalam mendongkrak pariwisata. Berdasarkan data yang dihimpun Okezone, sebanyak 34,45 persen penduduk Indonesia adalah generasi milenial. Persentase tersebut setara dengan 90 juta penduduk Indonesia.

Angka milenial tersebut cukup menjanjikan untuk mendongkrak pertumbuhan pariwisata. Mereka yang lahir pada rentang tahun 1980-an sampai pertengahan 1990-an sebagian besar masuk dalam kategori budget traveller. Hal ini diungkapkan oleh pakar industri perhotelan Dicky Sumarsono.

Budget travel merupakan bentuk wisata yang menempatkan anggaran sebagai pertimbangan penting, terutama dengan memilih akomodasi dan transportasi dengan harga terjangkau.

 Dua turis

"Dengan mengoptimalisasi perkembangan tren budget traveller, hal ini berpengaruh bahkan mendongkrak pertumbuhan pariwisata," ujar Dicky.

Dengan mempertimbangkan akomodasi dengan harga rendah, menurut Dicky, hal ini dapat berdampak pada okupansi hotel yang semakin tinggi. Di Indonesia sendiri, tersedia sekira 17.000 hotel pada 2018.

"Sebab kebutuhan berlibur bagi keluarga dan kalangan milenial sekarang ini sudah menjadi kebutuhan utama. Apalagi dari sisi pendapatan dan daya beli juga terus meningkat," lanjutnya.

Untuk bisnis perhotelan, tentu traveler milenial adalah target yang tepat. Namun dibanding hanya fokus pada target dan neraca laba rugi, kini banyak perusahaan digital yang tidak memiliki aset tetapi memiliki ekosistem yang tumbuh berkelanjutan.

 Dua turis

"Banyaknya pilihan baru tentang smart budget traveling akan mendorong naiknya tingkat perjalanan di tahun 2019 hingga tahun-tahun ke depan. Semuanya menjadi semakin mudah dan semakin terjangkau untuk dikunjungi," jelas pria yang juga CEO Azana Hotels & Resorts ini.

Dicky melanjutkan, pelaku industri hotel harus dapat beradaptasi dengan pesaing baru yang memanfaatkan teknologi dalam melayani pelanggan.

Teknologi membuat pengalaman pelanggan menjadi faktor penting dalam menciptakan reputasi sebuah hotel karena pelanggan dapat memberikan umpan balik secara online.

 Pria berdiri

Selain itu, pasar bisnis perhotelan ke depan kjuga semakin luas dan besar ceruknya, mulai dari traveler, pebisnis, MICE, ditambah dengan kegiatan-kegiatan sosial dan meeting yang dilaksanakan di hotel semakin banyak.

"Apalagi jika sejak awal ketika akan membangun sebuah hotel sudah terlebih dahulu mempertimbangkan tiga hal penting utama seperti lokasi yang tepat, konsep yang tepat dan nilai investasi yang tepat," pungkas Dicky.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini