nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Tanaman Bajakah, Banyak Pasien Kanker Tunda Kemo dan Operasi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 13:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 21 481 2094727 gara-gara-tanaman-bajakah-banyak-pasien-kanker-tunda-kemo-dan-operasi-6JdnMRlsM8.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KABAR penemuan obat kanker dari getah Bajakah menjadi isu hangat tersendiri di masyarakat. Obat ini ditemukan tiga siswi dari SMA Negeri 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Hebohnya informasi ini membuat banyak orang mencari getah Bajakah dan hal itu dimanfaatkan sebagian orang untuk berbisnis. Bahkan, menurut beberapa informasi, getah Bajakah sekarang dihargai ratusan ribu rupiah per kilogram per batangnya.

Hal ini membuat Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Ari Fahrial Syam, SpPD, angkat suara. Menurut dia, euforia ini terlalu besar. Padahal, penelitian yang dilakukan siswi itu baru pada binatang atau uji pra-klinik.

"Masih memerlukan waktu yang panjang untuk mengetahui komponen apa saja yang ada di getah Bajakah yang berefek positif pada sel kanker," terangnya pada Okezone melalui pesan singkat, Rabu (21/8/2019).

 sehingga menunda jadwal kemoterapi atau operasi. Alasan menunda karena mau mencoba akar Bajakah ini.

Menurut dia, sudah ada korban pasien-pasien kanker yang termakan info atas khasiat getah Bajakah ini, sehingga menunda jadwal kemoterapi atau operasi. Alasan menunda karena mau mencoba akar Bajakah ini.

Tentu dari sisi medis, penundaan pengobatan memungkinkan kanker terus berkembang. Apalagi info khasiat Bajakah ini menjadi viral atas keberhasilan penemunya mendapat medali emas pada kompetesi internasional World Invention Creativity Olympic (WICO) di Korea, belum lama ini.

"Saya sebagai akademisi dan peneliti mengapresiasi penemuan siswa ini. Diawali minat yang besar oleh siswa SMA ini ingin meneliti herbal yang diketahui sebelumnya membawa dampak baik untuk kesehatan dan dilakukan penelitian dengan binatang dan ternyata membawa hasil yang positif," papar dr Ari.

Perlu diketahui, penemuan ini dilombakan secara internasional dan menang. Tentu, kabar tersebut membawa kebanggaan tersendiri buat kita semua. Tapi, ada hal yang mesti diperhatikan setelah itu.

Maka dari itu, dr Ari menegaskan, penemuan ini harus di 'follow up' lebih lanjut supaya tidak memakan korban lebih banyak karena informasi yang 'asal telan'.

Dokter Ari menyatakan, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) punya pengalaman yang cukup banyak dalam meneliti herbal dan melihat dampak kesehatan pada manusia.

Saat ini salah satu tim Human Cancer FKUI yang dipimpin Prof Dr. rer. physiol. dr. Septelia Innawati,

Saat ini salah satu tim Human Cancer FKUI yang dipimpin Prof Dr. rer. physiol. dr. Septelia Innawati, PhD, baru saja mendapat 3 paten seputar terapi kanker payudara. Salah satunya paten kerja senyawa bahan alami Andrografolida yang awalnya bersumber dari daun sambiloto yang dapat meningkatkan apoptosis sel punca kanker payudara melalui penekanan protein survivin (studi in silico dan in vitro).

Sebagai tambahan, saat ini mahasiswa S3 Biomedik FKUI akan melakukan uji in vivo dengan Andrografolida. Pengalaman untuk patennya ini saja membutuhkan waktu 4 tahun.

"Saya tentu berharap terus dilakukan penelitian untuk melihat kandungan apa yang ada pada getah Bajakah ini, dilakukan isolasi, dan setelah ditemukan komponen aktifnya, dilakukan penelitian in vitro di tingkat sel dan jika terbukti efektif lanjut ke penelitian in vivo dengan animal," paparnya.

Setelah penelitian getah Bajakah ini lolos pada uji pra klinik, penelitian bisa berlanjut ke uji klinik. Uji klinik sendiri akan dilakukan dalam 4 tahap di mulai dari orang normal sampai dampak obat ini setelah sampai di market.

"Butuh waktu yang panjang memang dan kalau kita fokus dan ingin menghasilkan sesuatu tentu ini akan membawa manfaat untuk penemunya dan bermanfaat untuk orang banyak," tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini