nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat, Ini Tanda-Tanda Perempuan Alami Disfungsi Seksual

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 21 485 2094966 catat-ini-tanda-tanda-perempuan-alami-disfungsi-seksual-6v5iplZvZu.jpg Disfungsi seksual pada wanita (Foto: Huffingtonpost)

DISFUNGSI seksual tidak hanya bisa terjadi pada laki-laki. Perempuan pun bisa mengalami hal yang sama. Bedanya, jika pada laki-laki disfungsi seksual lebih mudah terlihat secara fisik seperti disfungsi ereksi dan ejakulasi dini, maka pada perempuan masalah ini lebih ke segi psikologis. Meskipun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi karena infeksi, masalah otot panggul, atau faktor fisik lainnya.

Pada dasarnya disfungsi seksual adalah masalah yang terjadi selama fase siklus respons seksual. Masalah ini dapat menghambat seseorang atau pasangan mengalami kepuasan dalam kegiatan seksual.

Penelitian menunjukkan sebanyak 43 persen perempuan mengalami disfungsi seksual. Masalah yang biasanya terjadi adalah gangguan hasrat seksual, gairah menurun, orgasm disorder, dan timbul rasa nyeri.

 Disfungsi seksual

“Masalah disfungsi seksual itu cukup umum pada perempuan, namun jarang yang mau membicarakannya karena topik sensitif. Biasanya baru datang ke dokter kalau sudah terpaksa banget,” ujar dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr Grace Valentine, Sp.OG saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di kawasan Jakarta belum lama ini.

Dokter yang bertugas di RS Pondok Indah-Puri Indah itu menuturkan, ada beberapa gejala yang menandai perempuan mengalami disfungsi seksual. Pertama, tidak ada gairah lagi untuk melakukan hubungan seksual. Kalau pun tetap dilakukan lebih karena merasa itu kewajiban karena diminta oleh suami.

Kedua, saat berhubungan perempuan merasa biasa saja dan tidak mengalami orgasme. Ketiga, ada rasa nyeri yang timbul ketika melakukan penetrasi. Akibatnya pada titik tertentu merasa tidak sanggup melakukan hubungan seksual.

 Pasangan

Menurut dr Grace, hubungan perempuan dengan pasangannya sangat berpengaruh pada aktivitas seksual. Apabila perempuan sudah merasa kehilangan gairah dengan pasangannya, maka pada saat berhubungan seksual ia tidak mengalami sesuatu yang spesial. Untuk itu, harus dilihat lagi hubungan di antara pasangan.

“Bisa jadi ada masalah dengan pasangannya. Kalau iya maka memerlukan konsultasi lebih lanjut. Faktor lainnya mungkin karena perempuan merasa depresi dan cemas, ada masalah lain atau takut timbul rasa nyeri saat berhubungan seksual,” jelas dr Grace.

Dirinya menambahkan, “Penyebab terjadinya rasa nyeri saat berhubungan seksual bermacam-macam. Bisa jadi karena mengalami dispareunia yang menimbulkan rasa nyeri saat berhubungan seksual. Atau karena vaginismus dimana secara tidak sadar otot vagina kontraksi sehingga tidak bisa penetrasi.”

Rasa nyeri bisa juga disebabkan karena stimulasi yang kurang sehingga lubrikasi pada vagina tidak maksimal. Selain itu, ada faktor usia seperti terjadinya menopause yang menyebabkan vagina kering. Kemudian menurunnya hormon estrogen sehingga terjadi penipisan di dinding vagina. Kondisi-kondisi itu dapat menyebabkan rasa nyeri ketika dilakukan penetrasi.

“Rasa nyeri itu pada akhirnya dapat membuat perempuan merasa ketakutan dan tidak ingin melakukan hubungan seksual lagi,” jelas dr Grace.

Faktor lain yang menyebabkan masalah disfungsi seksual pada perempuan adalah penyakit kardiovaskular, adanya tumor atau kista, pola makan yang buruk, gaya hidup sedentari, mengonsumsi obat hormon, merokok, dan minum alkohol.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini