nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bercinta saat Istri Hamil, Haruskah Suami Ejakulasi di Luar?

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 23:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 21 485 2094977 bercinta-saat-istri-hamil-haruskah-suami-ejakulasi-di-luar-Jm65Fvy49F.jpg Bercinta saat istri hamil (Foto: Shutterstock)

BERCINTA adalah salah satu cara untuk membuat hubungan suami istri semakin dekat dan harmonis. Inovasi terkadang dibutuhkan agar kegiatan bercinta tidak terasa membosankan. Akan tetapi, inovasi juga diperlukan untuk mengatasi situasi tertentu seperti kehamilan.

Ya, terkadang ada pasangan yang ragu untuk bercinta lantaran istri sedang hamil. Mereka takut kegiatan seksual itu bisa berdampak buruk pada janin. Padahal bercinta saat hamil tidak dilarang.

“Selama kehamilannya tidak bermasalah, it’s okay. Kecuali saat hamil ada keluar darah atau gampang kontraksi prematur, itu (bercinta) enggak disarankan,” ujar dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr Grace Valentine, Sp.OG saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di Jakarta belum lama ini.

Ibu hamil

Menurut dokter yang berpraktek di RS Pondok Indah-Puri Indah itu, sejak trimester awal kehamilan, pasangan sudah bisa melakukan hubungan seksual apabila dirasa nyaman untuk kedua belah pihak.

Terlebih pada sebagian besar ibu hamil, gairah seksual meningkat pada saat hamil muda karena pengaruh hormon. Berbicara soal posisi saat bercinta, dr Grace menyarankan untuk melihat usia kehamilan.

“Kalau misalkan perutnya sudah membesar mungkin bisa bercinta di pinggir tempat tidur, jadi suami lebih mudah melakukan penetrasi. Atau posisi woman on top bisa juga kalau istrinya nyaman,” tutur dr Grace.

Dirinya mengingatkan, ketika orgasme terjadi, suami disarankan tidak mengeluarkan spermanya di dalam Miss V. Sebab itu bisa memicu kontraksi rahim. Bisa juga diakali dengan memakai kondom.

Ibu hamil

“Sperma itu mengandung prostaglandin yang bisa memicu rahim kontraksi. Sebenarnya sih kontraksi ringan, tapi pada perempuan dengan faktor risiko seperti kehamilan kembar atau ari-ari menutupi jalan lahir, kondisi itu bisa meningkatkan risiko pendarahan dan kontraksi yang lebih besar,” jelas dr Grace.

Di sisi lain, ia mengatakan orgasme tidak dilarang pada ibu hamil. Malah dengan adanya orgasme, dapat memberikan efek positif terhadap kehamilan.

“Ketika orgasme, ada endorfin yang keluar sehingga membuat perasaan lebih senang. Jadinya psikologis ibunya lebih tenang. Daripada ibu depresi dengan gairah seksual yang tidak tersalurkan, lebih baik ia bercinta dengan suaminya dan mengalami orgasme,” ucap dr Grace.

Selain itu, melampiaskan gairah seksual dapat membuat suasana hati ibu hamil lebih tenang. Tentunya itu berdampak positif pada psikologis bayi di dalam kandungan. “Psikologis ibu hamil itu sangat memengaruhi psikologis bayi. Pada ibu yang depresi atau cemas, sudah terbukti secara ilmiah bayi yang dilahirkannya jadi cranky, jadi enggak tenang,” pungkas dr Grace.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini