nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Info Salah Beredar, Kemenkes Minta Tak Berlebihan Percaya Bajakah

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 20:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 22 481 2095393 banyak-info-salah-beredar-kemenkes-minta-tak-berlebihan-percaya-bajakah-bjPbIPkHEH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

NAMA tanaman Bajakah baru-baru ini membuat heboh masyarakat, setelah ada penelitian yang mengungkap bahwa tanaman herbal ini dapat sembuhkan kanker. Tak sedikit orang percaya dengan khasiat obat tersebut, padahal masih butuh riset lanjutan yang lebih akurat.

Awalnya, Bajakah namanya mulai dikenal luas oleh masyarakat, karena riset tiga peneliti remaja dari SMAN 2 Palangkaraya. Mereka meriset kandungan senyawa dari tanaman asal Dayak itu pada ajang kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan.

Dalam riset tersebut, ketiga peneliti remaja itu menggunakan dua ekor tikus kecil berwarna putih (mus cumulus). Saat meneliti, tikusnya diinduksi zat pertumbuhan sel tumor atau kanker.

Sel kanker kemudian berkembang di tubuh tikus, dengan ciri banyaknya benjolan pada tubuhnya. Setelah diberikan cairan kayu Bajakah, tikus tersebut terselamatkan.

Setelah riset tersebut, banyak orang percaya dengan khasiat obat herbal tersebut. Sampai di WhatsApp Group (WAG), tak sedikit orang menyebarkan informasi Bajakah yang kurang valid.

 Sampai di WhatsApp Group (WAG), tak sedikit orang menyebarkan informasi Bajakah yang kurang valid.

Menanggapi viralnya Bajakah, Kementerian Kesehatan pun angkat bicara. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Oscar Primadi mengatakan, pemerintah bakal mendukung pengadaan riset lanjutan terkait kandungan Bajakah.

"Betul Kemenkes akan melakukan penelitian lanjutan dari Bajakah ini," ucapnya saat dihubungi Okezone, Kamis (22/8/2019).

Dia menambahkan, sebaiknya masyarakat tak perlu menanggapi heboh akan khasiat Bajakah ini. Jangan langsung percaya, apalagi mengonsumsi Bajakah tersebut demi kesembuhan penyakit kanker.

Sebab, Bajakah hanyalah tanaman herbal semata, yang baru saja diriset oleh anak bangsa. Di luar mengonsumsi Bajakah, sebetulnya pasien kanker harus mengikuti tahapan pengobatan medis yang telah ditentukan.

"Masyarakat tidak perlu berlebihan menyikapi ini. Terapi medis masih diperlukan, relevan dan terbukti secara ilmiah," pungkas Oscar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini