nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Mengatasi Disfungsi Seksual pada Perempuan

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 22 Agustus 2019 23:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 22 485 2095408 cara-mengatasi-disfungsi-seksual-pada-perempuan-d6ONnV9TqX.jpg Cara mengatasi disfungsi seksual pada wanita (Foto: picdn)

DISFUNGSI seksual bisa dialami pula oleh perempuan. Masalah yang biasanya muncul adalah hilangnya hasrat untuk berhubungan seksual dan rasa nyeri ketika bercinta. Penyebabnya pun bermacam-macam, mulai dari segi psikologis, infeksi, masalah otot panggul, dan faktor fisik lainnya.

Selain adanya masalah dengan pasangan, tidak menutup kemungkinan perempuan mengalami depresi atau kecemasan lantaran takut hubungan seksual terasa menyakitkan. Kondisi disfungsi seksual ini dapat pula membuat dirinya enggan bercinta.

Disfungsi seksual

Rasa sakit atau nyeri ketika berhubungan seksual penyebabnya bisa bermacam-macam. Mulai dari kurangnya stimulasi saat hendak melakukan penetrasi, dispareunia , maupun vaginismus.

Vaginismus adalah kondisi dimana otot Miss V secara tidak sengaja mengalami kontraksi sehingga penetrasi tidak bisa dilakukan. Sehingga apabila penetrasi tetap dipaksa, dapat menimbulkan rasa nyeri.

Namun tak perlu khawatir. Sama seperti pada laki-laki, masalah disfungsi seksual bisa diatasi. Tapi tentunya membutuhkan bantuan seorang profesional.

Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr Grace Valentine, Sp.OG, langkah pertama yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk menangani masalah disfungsi seksual pada perempuan adalah komunikasi.

 Disfungsi seksual

“Disfungsi seksual ini ‘kan topik yang sensitif, jarang ada yang mau terbuka membicarakannya. Jadi kalau ada pasien datang, kita lebih ajak ngobrol dulu, cari tahu hubungannya dengan pasangan, lingkungan sekitarnya, hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas seksualnya. Singkirkan dulu kemungkinan infeksi, masalah di otot panggul, atau hal fisik lainnya,” tutur dr Grace saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dokter yang berpraktek di RS Pondok Indah – Puri Indah itu menuturkan, mencari tahu penyebab terjadinya disfungsi seksual pada perempuan tidaklah mudah. Butuh waktu cukup lama untuk berbicara dari hati ke hati. Pendekatannya pun harus multi disiplin. Apabila ternyata masalahnya bukan dari segi psikologis, barulah dokter melakukan pemeriksaan.

Dalam paparannya, dr Grace menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik dan evaluasi gejala secara menyeluruh, pemeriksaan panggul untuk mengevaluasi kesehatan organ reproduksi, dan bila perlu pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi perubahan sel-sel serviks (untuk memeriksa kanker atau kondisi pra-kanker).

Disfungsi seksual disebabkan oleh sejumlah faktor, bisa karena ada kista atau tumor, konsumsi alkohol dan narkoba, penyakit kardiovaskular, pola makan yang buruk, gaya hidup tidak sehat, dan lainnya.

“Keberhasilan pengobatan untuk disfungsi seksual pada perempuan tergantung dari penyebab masalah yang mendasarinya. Biasanya jika ada rasa nyeri disarankan untuk melakukan senam kegel, namun bila tak kunjung membaik bisa dilakukan peremajaan vagina dengan laser. Sedangkan bila alasannya karena psikologis bisa diatasi dengan konseling, pemberian informasi, dan memperbaiki hubungan di antara pasangan,” pungkas dr Grace.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini