nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sukses Dobrak Pasar Internasional, Ini 3 Kekuatan Kuliner Nusantara

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 08:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 23 298 2095508 sukses-dobrak-pasar-internasional-ini-3-kekuatan-kuliner-nusantara-yfp1qI5Jcf.jpg Ilustrasi soto (Foto: Shutterstock)

Kuliner Nusantara kian diakui dunia internasional. Terlebih setelah ditetapkannya 5 kuliner nasional oleh Kementerian Pariwisata. Peluang kuliner Nusantara untuk melenggang di kancah internasional pun semakin terbuka lebar.

Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau, mengatakan bahwa ada 3 poin penting yang membuat kuliner Nusantara mulai digemari wisatawan mancanegara khususnya para generasi milenial. Dalam hal ini menyangkut nilai-nilai gastronomi.

 Makanan di meja

(Foto: Utami Riyani/Okezone)

"Makanan itu bukan soal rasanya saja. Justru cerita di balik makanan itulah yang menjadi daya tarik tersendiri," kata Vita Datau, dalam acara Bango Penerus Warisan Kuliner 2019, di bilangan Jakarta Selatan, Kamis, 22 Agustus 2019.

Ada pun kekuatan kuliner Nusantara yang sempat dijelaskan Vita antara lain rempah-rempah, food culture, dan kualitas bahan-bahan yang digunakan.

 Perempuan pakai batik

(Foto: Dimas Andhika/Okezone)

Seperti diketahui, selama ini kuliner Indonesia memang identik dengan beragam jenis bumbu rempah-rempah yang digunakan untuk memperkaya cita rasa. Bahkan, Vita mengatakan, rempah-rempahlah yang membuat beberapa negara seperti Portugis, Belanda, dan Jepang menjajah Indonesia.

Sementara untuk nilai budaya atau food culture, kuliner Indonesia juga sarat akan sejarah, kisah, hingga resep-resep tradisional yang diturunkan turun temurun.

Ini merupakan kekuatan terpenting untuk menarik perhatian konsumen agar lebih tertarik mendalami asal-usul dan menggali informasi tentang kuliner Nusantara.

 Makanan di piring

(Foto: Leonardus Selwyn/Okezone)

Terakhir menyangkut kualitas bahan makanan yang digunakan. Sebagian besar pegiat usaha di Indonesia selalu menonjolkan bahan-bahan berkualitas dari hasil produksi lokal. Misalnya penggunaan ikan tambak dan sayur-sayuran segar yang dipetik langsung dari kebun.

"Nah, dari ketiga poin Gastronomi ini tentunya akan mendorong ekonomi kerakyatan. Karena semua merasakan dampaknya, dari hulu hingga hilir. Kita itu punya 88 juta hektar hutan tropis, dengan 40 ribu jenis tanaman. Orang luar kalau dengar itu pasti terkesima," kata Vita.

Vita menambahkan, saat ini pergerakan turis di seluruh dunia itu didominasi oleh para generasi milenial.

Ini bisa jadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menonjolkan industri kulinernya di kancah internasional.

"51% pergerakan turis di seluruh dunia itu milenial. Milenial punya rasa keingintahuan yang tinggi. Dan biasanya selalu mengambil keputusan berdasarkan digital, jadi dengan 3 kekuatan yang kita miliki ini bisa menggaet minat mereka," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini