nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Pemeriksaan Gen untuk Tentukan Pola Diet yang Tepat

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 20:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 23 481 2095841 pentingnya-pemeriksaan-gen-untuk-tentukan-pola-diet-yang-tepat-4DmIwCsAy0.jpg Pentingnya pemeriksaan gen untuk tentukan pola diet (Foto : Todaymiddleware)

Makanan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh seseorang. Pola diet  yang buruk dapat memperbesar peluang seseorang terkena penyakit, utamanya yang berkaitan dengan kardiometabolik dan obesitas. Akan tetapi, bukan berarti seseorang yang rutin mengonsumsi makanan sehat dan bergizi dapat serta merta terhindar dari penyakit.

Sebelum membicarakan hubungannya dengan diet, ternyata seseorang tetap berisiko mengalami penyakit kardiometabolik dan obesitas apabila di dalam tubuhnya terdapat gen-gen yang tidak terlihat atau fenotipe dan berkontribusi terhadap penyakit tertentu. Gen-gen fenotipe itu tadinya tidak terlalu aktif. Namun dengan bantuan makanan bisa terekspresikan.

Sebagai contoh, di dalam tubuh seseorang ada gen turunan yang tidak disadari berisiko menyebabkan penyakit jantung. Gen tersebut bisa aktif apabila rutin mengonsumsi natrium.

pasien dan dokter

Namun lantaran orang tersebut tidak mengetahui, ia tetap mengonsumsi natrium sehingga kanker muncul. Padahal gen penyebab kanker itu bisa diredam dengan cara tidak mengonsumsi natrium dan mengonsumsi makanan lain.

“Tubuh kita punya faktor turunan yang belum terekspresikan dan dapat menyebabkan penyakit. Pola makan tertentu dapat meredam gen tersebut supaya penyakit jangan muncul. Tapi kalau salah diet atau pola makan malah bisa mengaktifkan gen sehingga penyakit muncul,” ujar dokter spesialis gizi, dr Win Johanes MS, SpGK saat ditemui Okezone dalam peluncuran empat panel baru Nutrigen-me yang diselenggarakan oleh PT Kalbe Farma Tbk, Jumat (23/8/2019) di Jakarta.

Dr Win menjelaskan, untuk mencegah aktivasi gen-gen yang berpotensi menyebabkan penyakit, maka perlu dilakukan pemeriksaan nutrigenomik. Pemeriksaan ini berfungsi untuk memberi tahu dokter gizi mengenai kondisi tubuh dan gen pasien. Dengan begitu, dokter gizi dapat menyusun pola diet yang baik untuk kesehatan tubuh pasien.

“Pemeriksaan genetik nutrigenomik perlu dilakukan untuk mengetahui nutrisi yang tepat bagi pasien. Ini adalah semacam blueprint untuk mencegah pasien terkena penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan stroke,” jelas dr Win.

Dirinya menambahkan, untuk melakukan pemeriksaan nutrigenomik ini pasien hanya tinggal datang ke rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter gizi. Selanjutnya pasien akan diarahkan untuk menjalani tes laboratorium.

Pemeriksaan Lab

Sampel yang akan diambil oleh pasien untuk analisis adalah air liur atau saliva. Hasil laboratorium keluar kurang lebih tujuh hari. Kelebihan lainnya adalah pasien hanya perlu melakukan tes ini sekali seumur hidup.

“Hasil tes itu sudah bisa menjadi panduan seumur hidup bagi pasien sebab pola gambaran mapping gen sudah terbawa sejak lahir. Dengan mengetahui zat-zat gizi yang bisa mengekspresikan atau menurunkan gen-gen yang berisiko menyebabkan penyakit, maka bisa diatur pola makan yang tepat serta jenis olahraganya,” tutur dokter yang juga Ketua Organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Cabang Jakarta itu.

Menurut dr Win, kebanyakan dokter gizi klinik merekomendasikan pasien yang ingin menurunkan berat badan untuk melakukan olahraga endurance yang low impact. Olahraga tersebut memanfaatkan lemak menjadi sumber energi dan memperbesar massa otot.

Olahraga Yoga

Oleh karenanya dapat membantu penurunan berat badan. Tapi ternyata ada yang tidak cocok melakukan hal itu lantaran pengaruh gen.

“Banyak yang mengatakan sudah mengikuti aturan untuk berolahraga tapi ternyata berat badannya tak kunjung turun. Ternyata jenis olahraganya salah, enggak sesuai dengan karakteristik gen. Tes nutrigenomik bisa membantu menentukan jenis olahraga, jadi lebih efektif,” pungkas dr Win.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini