nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, DJSN Beberkan Alasannya

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 19:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 23 481 2095866 iuran-bpjs-kesehatan-bakal-naik-djsn-beberkan-alasannya-WSGB3r46sz.jpg Iuran BPJS Kesehatan bakal naik (Foto : Haaretz)

Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) bakal mengusulkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun besarannya yang telah ditentukan bisa naik sekira 50%.

Kenaikan iuran tarif BPJS Kesehatan tersebut diiringi dengan beberapa faktor. Peserta mandiri harus tahu agar tidak mengalami salah persepsi mengenai kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut. .

Anggota DJSN Ahmad Ansyori menjelaskan, kenaikan iuran tarif ini untuk menjaga sustainable program, karena manfaat sudah banyak dirasakan. Selain itu, sudah empat tahun tarif iuran tidak naik, sementara inflasi biaya kesehatan naik

"Tentang iuran ini bukan kita bersembunyi. Sejak awal kita tetapkan harga yang terlalu rendah, maka kekurangan pasti ada akhir tahun. Masalahnya sekarang bukan defisit saja," ucapnya saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019).

Dokter lembur

Hingga pertengahan tahun 2019, defisit BPJS Kesejahatan diprediksi sebesar Rp28 Triliun. Maka, diperlukan gotong royong dari semua pihak dalam mengatasi masalah defisit itu. Walau pemerintah sudah berkontribusi cukup besar pada anggaran JKN-KIS, khususnya mencakup subsidi PBI.

DJSN pun telah merumuskan perhitungan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri. Untuk iuran kelas I dari saat ini Rp80 ribu per peserta, naik menjadi Rp120 ribu per peserta. Untuk iuran kelas II, dari Rp51 ribu per peserta menjadi Rp80 ribu per peserta. Selanjutnya, iuran kelas III, diusulkan Rp25.500 menjadi Rp42 ribu per peserta.

"Mengapa sebesar itu? Sekarang beban defisit yang dialami sudah besar. Maka kenaikan iuran diperlukan untuk dapat mengatasi defisit," tambahnya.

tim dokter

Ansyori menegaskan, kenaikan tarif iuran tersebut tentu disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Sementara besaran iuran BPJS Kesehatan masih rendah dibanding dengan negara lain.

Saat tarif iuran BPJS Kesehatan sudah naik, tak menutup kemungkinan berdampak baik pada pelayanan keseharan. Jelas seluruh fasilitas kesehatan akan mengubah sistemnya, sesuai dengan ketentuan BPJS Kesehatan yang dibuat.

Dokter teliti

"Kalau naik, perbaikan pelayanan di FKTP dan rumah sakit harus terjadi. Tidak boleh lagi ada diskriminasi dan penolakan, serta antrean di rumah sakit makin pendek," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini