nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istilah-Istilah di Dunia PNS yang Harus Diketahui

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 11:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 23 612 2095893 istilah-istilah-di-dunia-pns-yang-harus-diketahui-vKnXNbYpa0.jpg Ilustrasi PNS (Foto: Setkab)

Memasuki lingkungan baru tentunya butuh penyesuaian. Terkadang ada hal-hal yang tidak dimengerti seperti istilah tertentu. Bagi mereka yang baru saja lolos tes CPNS dan mulai bekerja, biasanya akan bingung dengan istilah-istilah yang diucapkan oleh pegawai lainnya. Ya, di dunia PNS memang banyak istilah yang tidak diketahui oleh masyarakat awam.

Istilah-istilah yang ada di dunia PNS antara lain eselon yang merupakan tingkat jabatan struktural. Lalu ada evajab yang memiliki kepanjangan evaluasi jabatan, kabid yaitu kepala bidang, karo yaitu kepala biro, kasubbag yaitu kepala sub bagian, kasubbid yaitu kepala sub bidang, dan kaur yaitu kepala urusan.

Ada pula monev yang memiliki kepanjangan monitoring dan evaluasi, pokja yang berarti kelompok kerja, rakor yaitu rapat koordinasi, renja yaitu rencana kerja, dan SPD yang berarti surat perjalanan dinas

 Orang-orang di outdoor

Sebenarnya masih banyak lagi istilah-istilah lain yang harus diketahui. Sebab istilah-istilah tersebut sering diucapkan. Menurut salah seorang PNS di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ilmi, ia mengaku sempat merasa bingung saat masuk menjadi CPNS.

“Saya itu ‘kan enggak tahu apa-apa tentang PNS, enggak ada latar belakang juga. Jadi awalnya sempat bingung dengan istilah itu. Pernah waktu awal-awal saya salah mengerti istilah,” tutur Ilmi saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Sabtu (24/8/2019).

Dirinya menuturkan, saat itu orang-orang di lingkup kerjanya mengatakan istilah ‘karo’. Semula Ilmi mengira jika itu adalah nama orang, tapi ternyata kepanjangan dari kepala biro. Sejak saat itu dia selalu bertanya jika ada istilah-istilah yang kurang dipahami.

“Contoh lainnya waktu itu disebut-sebut RDK, kirain apa, ternyata panjang yaitu rapat di luar jam kerja. Lalu ada tunkin yaitu tunjangan kinerja, urjab yaitu uraian jabatan, dan ada utp yaitu uraian tugas pekerjaan,” tutur Ilmi.

Dia menambahkan, pernah juga merasa bingung ketika teman-temannya menanyakan ia sudah mengisi SKP dan KP-4 atau belum. Setelah dicari tahu, ternyata itu adalah sasaran kinerja pegawai dan Surat Keterangan Pembayaran Tunjangan Keluarga.

“Banyak istilahnya, awal-awal bikin bingung. Tapi banyak nanya buat cari tahu,” tutur Ilmi.

Hal yang sama juga pernah dialami oleh Dita (bukan nama sebenarnya). Ia yang saat ini menjadi PNS di Kementerian Pariwisata menuturkan sempat bingung dengan istilah-istilah di lingkungan kerja. Terlebih dirinya juga tidak pernah berhubungan dengan PNS atau birokrasi.

“Sebenarnya itu ‘kan istilah umum di kementerian jadi enggak membingungkan banget. Sama aja kayak awal kuliah, kita bingung sama istilah sp, sks, dan lain-lain. Lebih membingungkan prosedurnya,” tutur Dita.

Dirinya memberi contoh istilah perjadin. Dita tahu jika itu adalah perjalanan dinas namun ia sempat bingung prosedur untuk mengurusnya. Lambat laun tentunya menjadi terbiasa dan tahu. “Kalau ada istilah baru ya tanya, atau paling cari tahu di internet,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini