nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Yossy Adrianto, Pilih Jadi Tukang Roti daripada Lanjutkan PNS

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 25 Agustus 2019 21:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 25 612 2096430 kisah-yossy-adrianto-pilih-jadi-tukang-roti-daripada-lanjutkan-pns-EQg8nNcNB7.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASIH banyak masyarakat Indonesia yang menjadikan tolak ukur sebuah kesuksesan berdasar profesi maupun jabatan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi salah satu dari sederet profesi yang masuk dalam incaran.

Ketika seseorang berhasil menjadi PNS, kesuksesan maupun kebahagiaan duniawi seolah-olah sudah berada di genggaman mereka. Pola pikir seperti ini ternyata masih berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

Pada kenyataannya, tak sedikit abdi negara yang mengundurkan diri karena merasa profesi tersebut bukanlah passion atau pekerjaan yang mereka impikan. Seperti sebuah kisah inspiratif yang dialami Yossy P Adrianto, mantan PNS di Kementerian Perdagangan RI.

Kepada Okezone, Yossy bercerita bahwa ia menjadi seorang PNS berawal dari sebuah ketidaksengajaan. Hal ini bermula ketika usaha kuliner yang ia rintis saat masih duduk di bangku kuliah, mengalami efek monopoli dari krisis global pada tahun 2007-2008 silam.

“Waktu itu karena usaha saya ikut terdampak krisis global, saya sempat rehat dulu. Kemudian teman saya tiba-tiba memberi tahu ada lowongan PNS. Alhamdulillah lulus dan aktif bekerja Januari 2009. Tentunya setelah melewati proses pendidikan terlebih dahulu. Bisa dibilang umur saya waktu itu sudah injury time, tepat 30 tahun,” kata Yossy saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

kata Yossy saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

Terjebak zona nyaman

Setelah resmi menjadi PNS, Yossy mengaku tidak pernah menemukan kesulitan atau kendala berarti dalam menjalankan tugasnya. Ia diterima di Kementerian Perdagangan yang notabennya 'sejalur' dengan jurusan Manajemen yang ia ambil saat masih kuliah di Universitas Padjajaran, Bandung.

Ditambah lagi, ia sempat bekerja di perusahaan swasta yang juga bergerak di bidang perdagangan. Tak heran pada tahun-tahun awal masa kerjanya, Yossy merasa sangat nyaman dengan profesi barunya itu.

“Saya sudah pernah kerja di sektor swasta, dan PNS itu bisa dibilang zona nyaman banget. Jadi PNS sekarang itu cukup ‘enak’. Setiap 4 tahun sudah dijamin akan dinaikkan golongannya. Gaji juga disesuaikan dengan mekanisme APBN,” ungkap Yossy.

Kendati demikian, Yossy menegaskan menjadi PNS tidak lantas menjamin kebahagiaan para pekerjanya. Terutama bagi mereka yang selalu mencari tantangan baru. Ya, meski tidak menutup kemungkinan bahwa PNS juga menjanjikan jenjang karier yang pasti.

Namun kembali kepada individu masing-masing. Bila mereka ambisius dan fokus dalam mengembangkan karir, bukan tidak mungkin hal tersebut bisa dicapai dengan waktu yang lebih cepat. Ilmu dan wawasan yang diperoleh pun benar-benar dapat membantu pengembangan diri dan relasi.

“Ada banyak pelajaran yang saya dapat selama menjadi PNS. Saya bisa beradaptasi lebih cepat, ketemu orang baru, karena memang topiknya itu luas banget. Perlu diingat tugas kita mengatur negara. Jadi tidak boleh menutup diri dengan tantangan baru,” kata Yossy.

Selama kurang lebih 10 tahun menjadi PNS, ada banyak sekali pengalaman-pengalaman menarik yang telah Yossy dapatkan. Kebetulan, ia ditempatkan di Sekretariat Dirjen Perdangan Luar Negeri.

Selama kurang lebih 10 tahun menjadi PNS, ada banyak sekali pengalaman-pengalaman menarik yang telah Yossy dapatkan

Di tempat inilah ia dipercaya untuk mengemban tugas yang cukup berat. Mulai dari membuat laporan evaluasi berkala, terlibat dalam pembuatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta membuat draf undang-undang yang melibatkan berbagai lembaga lintas sektoral.

“Saya masih ingat betul pernah dampingin bos sampai malam. Saya diajak ke DPR bicarakan undang-undang. Karena pemerintah sebagai regulator punya peran penting menyeimbangkan kepentingan masing-masing stakeholders. Tapi saya paling sering memonitor neraca ekspor-impor,” bebernya.

Mengundurkan diri

Namun sayangnya, bekerja sebagai abdi negara bukanlah pekerjaan yang selama ini diimpikan Yossy. Ia mengaku terjebak dalam zona nyaman hingga pada merasa jenuh dan stagnan. Berawal dari kondisi tersebut, ia pun memutuskan untuk kembali merintis bisnis kuliner yang sempat ia lakukan beberapa tahun silam.

“Butuh waktu yang cukup lama untuk meyakinkan istri, mertua, dan keluarga. Saya coba berikan penjelasan secara perlahan. Tapi saya bersyukur, dengan ada proses yang panjang itu saya diberi tantangan untuk mengambil keputusan terbaik,” kata Yossy.

Ia pun kembali merintis bisnis kulinernya yang sempat tertunda.

“At the end of the day, mungkin ini yang terbaik. Umur saya sudah 40 tahun. Kalau tidak sekarang, kapan lagi saya melakukan sesuatu yang saya inginkan. Ego saya mungkin terlihat di sini. Jadi hanya bisa percaya rezeki sudah diatur oleh Yang Maha Kuas,” timpalnya.

Setelah mendapatkan restu dari keluarga, Yossy masih harus mencari cara agar surat pengunduran dirinya bisa diterima oleh atasan. Namun karena satu dan lain hal, ia memilih menggunakan cara yang sedikit ‘nyeleneh’.

“Waktu itu saya sudah di titik mau keluar. Saya bandel, sering bolos, sering minta izin, pokoknya melakukan hal yang bikin atasan saya marah. Akhirnya ya udah disuruh keluar aja,” ungkap Yossy sembari tertawa lepas.

Kembali merintis bisnis kuliner

Februari 2019, Yossy resmi melepas jabatannya sebagai PNS. Ia pun kembali merintis bisnis kulinernya yang sempat tertunda.

Berbekal uang tabungan yang disisihkan saat masih menjadi abdi negara, Yossy sukses membuka toko pastry di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.

Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu, Yossy juga membuka warung steak bersama ketiga temannya. Untuk bisnis yang satu ini, ia sampai mengikuti sekolah memasak saat masih menjadi PNS.

 Ia pun kembali merintis bisnis kulinernya yang sempat tertunda.

“Dulu saya bolos sama izin itu karena ikut kursus memasak. Saya juga belajar jadi barista karena buka warung kopi juga. Alhamdulillah, dari kursus ini saya kenal banyak orang, kenal sama relasi, dan belajar banyak juga dari mereka yang sudah senior,” ucap Yossy.

“Kenapa kuliner? Saya itu hobi jajan dan makan. Kebetulan banget ibu mertua saya punya usaha katering. Sedikit banyak numpang ilmu di situ. Banyak ide-ide yang lahir dari obrolan kami. Bisa dibilang memang serba kebetulan,” tuturnya. (mrt)

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini