nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Inspiratif Ajie, Difabel yang Lolos CPNS Tanpa Harus KKN

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 25 Agustus 2019 23:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 25 612 2096496 kisah-inspiratif-ajie-difabel-yang-lolos-cpns-tanpa-harus-kkn-ONToBpAv2k.jpg Kisah inspiratif PNS Difabel (Foto: Ist)

BANYAK yang mengincar posisi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), berbagai cara dilakukan demi lulus dalam seleksi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pesaingnya pun mulai dari ratusan ribu hingga jutaan orang dari seluruh wilayah Indonesia.

Mereka yang ikut tes CPNS ini datang dari berbagai kalangan, dan penyandang disabilitas pun banyak yang ikut seleksi tersebut. Salah satunya adalah Lanang Ajie Fardhani, meski dari fisik memiliki 'keterbatasan' tapi tak menyulutkan semangatnya untuk pergi ke Jakarta.

Ajie, panggilan akrabnya,memilih Kominisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai tempat yang akan dia perjuangkan. Selain itu, posisi di instasi negara tersebut adalah yang paling cocok, yaitu sesuai dengan jurusan yang Lanang ambil saat kuliah.

 Infografis pns

"Memilih Komnas HAM sebagai Instansi yang akhirnya saya lamar, bermula dari ibu, beliau yang meminta saya untuk mencoba mengikuti tes CPNS 2018. Akhirnya saya mulai mencari Instansi yang linier dengan pendidikan S1 saya Sarjana Sosial. Saya sendiri berkuliah di FISIP, jurusan Antropologi di universitas Sam Ratulangi Manado," katanya saat dihubungi Okezone, Minggu (25/8/2019).

Alasan lain mengapa Ajie memilih CPNS di Komnas HAM, karena di instasi tersebut yang membuka kesempatan untuk para penyandang disabilitas. Dan juga kebetulan dia cukup tertarik dengan posisinya.

"Ketika mendaftar ada beberapa Instansi yang membuka Lowongan untuk formasi disabilitas. Setelah menimbang-nimbang syarat yanh dibutuhkan, saya akhirnya memutuskan untuk memilih Komnas HAM sebagai Instansi yang saya lamar," ujarnya.

Ajie yang lahir dan besar di Manado cukup tertantang untuk pergi ke Jakarta seorang diri. Tanpa peduli dengan kondisinya, dia tetap nekat, percaya diri untuk lolos di Komnas HAM. Tapi dia sempat dilema karena memang sebelumnya belum pernah pergi ke luar pulau, khususnya Jawa. Tapi itu semua tidak mengurungkan niat mulianya.

Selain itu, Ajie cukup berat ketika akan meninggalkan ibunya seorang diri di rumah. Tapi di sisi lain dia ingin membuat ibunya bahagia dan bangga, melihat anaknya sukses dengan kerja keras sendiri tanpa bantuan instan orang lain. Kemudian akhir Oktober dia pergi ke Jakarta untuk mengikuti tahapan tes berikutnya, setelah berkas-berkanya diterima.

 Ajie PNS Difabel

"Awalnya sempat ragu untuk melanjutkan sesi tes CPNS 2018 karena satu sisi saya agak berat untuk meninggalkan Ibu yang merupakan seorang single parent, bagi saya dan adik saya. Sementara di sisi lain Saya ingin melihat Ibu bahagia jika nantinya saya berhasil lolos pada tes tersebut, dan menjadi seorang PNS. Pada saat itu Saya tidak memperhitungkan dan takut akan kondisi saya yang Difabel, jika saya sampai di Jakarta sendirian saat itu karena saya yakin pada perlindungan dan pertolongan Allah atas apa-apa yang telah Dia takdirkan," katanya.

Ketika sampai di Jakarta, sementara Ajie tinggal bersama pamannya di Depok. Ikut tes CPNS dia diantar oleh keluarganya ini. Selama ada di Jakarta Lanang tinggal di sebuah kos-kosan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.

Selama mengikuti tes CPNS, dia menceritakan bahwa diperlakukan dengan sangat baik yaitu dengan cara khusus. Misal pendampingan di lokasi tes, dan tata caranya. Ajie pun bersyukur jika mereka para panitia tes tahu betul kebutuhan setiap disabilitas itu berbeda. Mata kanannya tidak sempurna, daya penglihatannya kurang dari 5 persen dari 100 persen.

"Dilakukan demikian, mungkin mereka tahu akan kebutuhan kita para difabel, dengan kebutuhan yang berbeda-beda antar difabel satu dan yang lainnya," ujar pria asal Manado ini.

Banyak hal yang memotivasinya untuk tetap maju, tanpa risih karena Ajie berbeda dengan yang lainnya. Selain itu, seorang ibu lah yang membuat dia tetap kuat untuk mencapai mimpi-mimpinya.

 Infografis pns

"Karena ibu, hal lain yang memotivasi saya sehingga kemarin ngambil keputusan buat ikut tes CPNS, yaitu ingin ngebuktiin apakah perekrutan CPNS itu murni tanpa KKN atau tidak(?). Dan Alhamdulillah, pertanyaan saya sudah terjawab, perekrutan CPNS yang saya ikuti murni, tak seperti prasangka saya soal perekrutan PNS terlebih untuk PNS daerah," katanya.

Ibunya juga selalu berpesan pada Ajie selalu jaga diri karena Jakarta berdeda dengan kota lainnya. "Jangan lupa dan tertib salat, makan dan soal tertib waktu,".

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini