nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mumpung Habis Gajian, Coba Mampir ke Angkringan Mahal Ini

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2019 05:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 26 298 2096501 mumpung-habis-gajian-coba-mampir-ke-angkringan-mahal-ini-Ogjw5k2Ipt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SALAH satu yang tak terlupakan kala jalan-jalan ke Yogyakarta pasti makan di angkringan. Kalau rindu, di Jakarta sudah banyak kok warung angkringan yang sangat merakyat itu.

Di sebuah warung angkringan, menu nasi kucing jadi ciri khasnya. Biasanya disajikan dengan berbagai sate jeroan, gorengan maupun lauk lainnya yang menggoda selera.

Meskipun menunya sama, tapi Anda akan menemukan perbedaan kalau makan di warung angkringan Jakarta. Salah satunya dari segi harga, di sini jelas lebih mahal daripada di tempat asalnya.

Banyak yang bilang, saking nikmatnya makan, terkadang orang tak sadar mengambil banyak lauk. Tiba-tiba waktu bayar, sekali makan Anda bisa merogoh kocek Rp25 ribu atau lebih.

mumpung lagi gajian coba saja datang ke salah satu angkringan hits di Jakarta, tepatnya di Fatmawati.

Nah, perbedaan tersebut jelas berbanding jauh dari harga angkringan di Yogyakarta, yang mungkin sekarang cuma Rp10 ribuan sekali makan.

Nah, mumpung lagi gajian coba saja datang ke salah satu angkringan hits di Jakarta, tepatnya di Fatmawati. Sudah ada sejak 2006 warung sederhana ini sudah diburu oleh pencinta kuliner.

Saat melewati Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, pasti angkringan ini ramai pengunjung. Alih-alih Anda tak kebagian tempat kalau datang ke sini malam hari.

Pemilik Angkringan Nasi Kucing Fatmawati Yani mengatakan, sayangnya sejak pembangunan jalur MRT Jakarta, warungnya sempat tutup. Di lokasi sebelumnya, yang kini menjadi Stasiun MRT Haji Nawi, benar-benar mati tak bisa untuk berjualan.

"Kami sempat tutup setahun saat pembangunan jalur MRT Jakarta. Tapi sekarang coba buka lagi demi memanjakan pelanggan, sudah dari sebulan lalu," ucap Yani saat berbincang dengan Okezone.

Nuansanya pun menjadi berbeda dari sebelumnya, terkesan lebih sempit sehingga kurang nyaman. Rata-rata orang yang makan di sini merupakan para perantau dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Di lokasi sebelumnya, yang kini menjadi Stasiun MRT Haji Nawi, benar-benar mati tak bisa untuk berjualan.

"Orang yang ingin makan di sini pasti ingin lepas kangen. Nuansanya juga masih kami buat tradisional sekali. Rasa makanannya juga dibuat sama seperti angkringan di tempat aslinya," imbuh Yani.

Memang, kalau melihat beragam lauk yang disuguhkan pasti Anda langsung tergiur. Ada banyak jenis sate khas angkringan, seperti tulang muda, paru, ceker, kepala ayam ati ampela, kerang, sosis, hingga bakso ikan.

Juga ada beragam macam gorengan, serta varian nasi kucing. Untuk minumannya pun lumayan bisa melepas dahaga, mulai dari es tape ketan hijau hingga wedang jahe susu, yang menjadi favoritnya.

Saat mampir ke sana, Okezone pun mencoba beberapa jenis lauk yang disajikan. Dari sate kerang, telur puyuh, paru sapi dan usus,

Soal cita rasa rata-rata memang autentik. Tapi Okezone paling lezat sate ususnya dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang pas.

Tapi Okezone paling lezat sate ususnya dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang pas.

Kalau yang lain, rasanya cenderung keasinan dan kurang sedap. Kalau dimakan bareng nasi kucing dan cocolan sambal terasi, jadi terasa nikmat.

Harganya dari semua jenis sate dan nasi kucing dibanderol Rp4.000. Sementara aneka gorengan dibanderol Rp1.000. Jadi, kalau ingin makan sampai kenyang di sini siapkan kocek sekira Rp25 ribuan saja per orang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini