nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Perceraian Aneh, Istri Minta Pisah karena Suami Terlalu Baik

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2019 09:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 26 612 2096577 kasus-perceraian-aneh-istri-minta-pisah-karena-suami-terlalu-baik-kwxuZKiNH8.jpg Ilustrasi perceraian (Foto: Newyorkpost)

MEMILIH pasangan hidup harus berdasar kesepakatan bersama. Rasa nyaman, cinta kasih, dan saling melengkapi tentu menjadi bagian dari poin penting. Tapi, memiliki pasangan sempurna ternyata membuat perempuan ini malah ingin menyudahi hubungan rumah tangganya alias  berujung perceraian.

Ya, seorang perempuan asal Uni Emirat Arab (UEA) malah menceraikan suaminya karena alasan yang mungkin banyak dilontarkan remaja saat ini, terlalu baik. Begitulah alasan yang disampaikan si perempuan di depan hakim sidang perceraian rumah tangganya.

 sidang perceraian

Si perempuan merasa, cinta kasih sang suami yang teramat dalam malah membuat dirinya merasa tidak nyaman. Dia merasa terkurung dalam kasih yang terlalu besar dan akhirnya membuat dia bosan.

Dikutip Okezone dari New York Post, perempuan yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan kepada pengadilan Syariah di Fujairah, UEA, kalau dia ingin menceraikan pasangannya setelah satu tahun menikah karena 'pemujaan' yang luar biasa padanya, lapor Khaleej Times Jumat, 23 Agustus 2019.

"Aku tercekik oleh cinta dan kasih sayang yang ekstrem," terangnya di pengadilan. Selain alasan cinta yang begitu besar, si perempuan juga punya alasan lain untuk menceraikan suaminya itu. "Dia bahkan membantuku membersihkan rumah," tambahnya saat sidang perceraian.

Perempuan itu mengklaim, kebaikan sang suami mengubah hidupnya menjadi "neraka" dan membuatnya merindukan konflik pernikahan. Ya, dalam menjalani biduk rumah tangga, si perempuan mengaku tak pernah berkonflik dengan suaminya dan itu menjadi alasan lain dia merasa bosan.

 Ilustrasi debat

"Saya merindukan satu hari perselisihan, tetapi ini tampaknya mustahil dengan suami romantis saya yang selalu memaafkan saya dan menghujani saya dengan hadiah," katanya. "Aku butuh diskusi nyata, bahkan argumen, bukan kehidupan yang adem ayem seperti ini," keluhnya.

Sementara itu, kasus ini dilaporkan sedang ditunda sehingga pasangan itu dapat berusaha untuk berdamai setelah suaminya memohon kepada hakim.

"Tidak adil untuk menilai pernikahan sejak tahun pertama dan semua orang belajar dari kesalahan mereka," kata suaminya.

Semoga kasus ini bisa jadi pembelajaran untuk kita semua dan menyadari kalau menyelami hati perempuan itu memang sulit.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini