nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menu Makanan Kerajaan Korea Zaman Dulu, Cakar Beruang hingga Ikan Paus

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 28 Agustus 2019 17:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 28 298 2097769 menu-makanan-kerajaan-korea-zaman-dulu-cakar-beruang-hingga-ikan-paus-cl0dKRP5jj.jpg Makanan khas Korea (Foto: Thetakeout)

Para pencinta drama Korea (drakor), tentu sudah paham betul bahwa sebagian besar makanan yang disajikan pada film berlatar belakang dinasti kerajaan, bukanlah hidangan sembarangan. Bahkan, menurut sejarah, beberapa jenis makanan hanya boleh dikonsumsi oleh anggota kerajaan saja.

Jadi jangan heran bila wisatawan tidak dapat menemukan makanan tersebut saat sedang menyisiri pusat-pusat jajanan di daerah Myeongdong, Korea Selatan.

Tidak perlu khawatir, Han Bok-ryeo selaku chairwoman of the Institute Korean Royal Cuisine yang juga mendapatkan gelar "Human Cultural Asset" dari pemerinta Korea, membeberkan sejumlah resep dan fakta-fakta menarik seputar makanan legendaris Korea dalam bukunya yang bertajuk Jewels of the Palace (2017).

 Makanan di piring

Dilansir Okezone dari Post Magazine, Rabu (28/8/2019), buku tersebut ternyata terinspirasi dari drama Daejanggeum (Jewel in the Palace). Ditayangkan pertama kali pada 2003 silam, Daejanggeum menceritakan kisah seorang chef kerajaan bernama Jang-geum pada masa pemerintahan Raja Jungjong (1505-1544).

Jang-geum harus memastikan seluruh makanan yang dikonsumsi oleh keluarga kerajaan memiliki kualitas terbaik dan bercita rasa tinggi. Drama Korea ini juga didukung oleh latar belakang tempat, kostum, dialog, dan nilai-nilai sejarah yang sangat akurat.

Berkat kecintaannya terhadap Daejanggeum, Han pun bekerjasama dengan sang produser untuk membuat resep-resep legendaris dalam drama itu.

 Makanan di meja

Menariknya, pada masa pemerintahan Raja Jungjong, orang Korea rupanya belum mengenal cabai. Han menuliskan bahwa, pada masa itu ada juga beberapa bahan yang tidak pernah digunakan seperti wortel dan bawang. Semuanya memang tidak tersedia di Korea.

Metode memasaknya pun terbilang sangat sederhana. Hanya ada dua cara yang digunakan yakni merebus dan mengukus. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya yang sangat besar untuk membuat semua hidangan di acara itu terlihat lezat di depan kamera.

"Banyak bahan yang tidak biasa dan langka terpaksa harus diganti. Mulai dari perut babi dengan tekstur kulit yang tebal, cakar beruang, hingga daging ikan paus," ujar Han pada bukunya.

Han juga mengungkapkan beberapa detail adegan pada drama tersebut diambil dengan cara yang tidak mudah. Mereka harus melakukan sesi pemotretan hingga semalam suntuk, bahkan proses pengidetan seringkali dilakukan beberapa menit sebelum episode terbaru Daejanggeum disiarkan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini