Menerawang Lokasi Bekas Tsunami Palu, Furi Harun: Masih Ada yang Minta Tolong

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 00:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 28 612 2097912 menerawang-lokasi-bekas-tsunami-palu-furi-harun-masih-ada-yang-minta-tolong-gE8MeOk9Ap.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA waktu lalu media sosial digegerkan dengan beredarnya video jeritan misterius di lokasi tsunami Palu, Sulawesi Tengah. Dalam video tersebut, jeritan terdengar sangat kencang dan jelas.

Hal tersebut membuat netizen pun mempertanyakan keaslian video viral tersebut. Terlebih, dalam video tersebut tidak tampak hal mistis sama sekali. Tapi, berdasar keterangan perekam video, apa yang dia rekam adalah benar tanpa rekayasa.

Sedikit informasi, proses merekam video itu dilakukan di lokasi tsunami Palu 2018. Waktu merekamnya adalah petang hari atau menuju waktu Maghrib. Identitas perekam diketahui bernama Muhammad Fachri, berusia 22 tahun.

Dalam keterangannya, Fachri bahkan berani sumpah kalau apa yang dia rekam adalah fakta di lokasi tanpa menambahkan efek teriakan atau jeritan manusia. Suara yang muncul di video yang tengah viral adalah suara mistis!

Furi Harun untuk menerawang kebenaran yang sesungguhnya dari video tersebut. Jadi, apa kata Furi Harun?

Menjawab kebingungan apakah video tersebut fakta bukan hoax, Okezone coba mewawancarai perempuan indigo Furi Harun untuk menerawang kebenaran yang sesungguhnya dari video tersebut. Jadi, apa kata Furi Harun?

Pada Okezone, Furi menuturkan kalau suara yang ada di video adalah benar suara teriakan misterius. Jeritan dan teriakan itu adalah suara para korban yang nyawanya belum tenang dan masih gentayangan di lautan lepas.

"Itu suara asli para korban tsunami Palu. Kasihan mereka masih gentayangan di lautan lepas," terang Furi melalui pesan singkat.

Dia coba melihat ada siapa saja di lokasi perekaman video. Berdasar penerawangannya, di lokasi itu ada korban yang matanya terbelalak, ada anak keci tanpa tangan teriak-teriak, lalu ada pria dewasa dan ibu hamil juga yang sedang memegang perutnya.

Semua itu adalah korban tsunami Palu yang berhasil dilihat Furi melalui mata batinnya. Dia melanjutkan, munculnya suara itu bukan karena alasan apa-apa, tetapi memang kuasa Ilahi.

Dia melanjutkan, munculnya suara itu bukan karena alasan apa-apa, tetapi memang kuasa Ilahi.

Furi menekankan, para korban itu mengeluarkan suara teriakan tersebut karena ingin meminta tolong saja. Kebanyakan dari para korban ini mereka belum siap untuk meninggal dunia. Makanya arwah mereka masih gentayangan.

Selain memang para korban tsunami Palu ini belum siap meninggal dunia dan akhirnya gentayangan, para korban juga banyak yang masih terperangkap di dalam laut. Makanya, teriakan atau jeritan mereka keluarkan sebagai tanda kalau mereka masih ada di sana.

Okezone meminta secara khusus pada Furi Harun untuk berkomunikasi dengan salah satu korban meninggal dunia dan Furi menyanggupinya. Dalam komunikasi beda dunia itu, Furi berhasil bertemu dengan salah satu korban yang namanya dirahasiakan.

Dalam komunikasinya dengan si korban, Furi menceritakan kalau pria tua ini meninggal dunia saat sedang bangun rumah. Dia meninggal dunia seketika setelah tsunami menyerang tubuhnya.

"Si korban ini lagi bangun rumah. Dia masih gentayangan di lautan karena mencari anak dan cucunya. Dia juga lagi mencari rumahnya di mana. Dia bilang ke saya dia terbawa air tsunami dan tewas," papar Furi berdasar hasil penerawangan dan upaya komunikasi dengan salah satu korban.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini