nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sulitnya Buat Janji dengan Dokter di Rumah Sakit, Masih Jadi Keluhan Pasien

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 31 Agustus 2019 16:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 31 481 2099017 sulitnya-buat-janji-dengan-dokter-di-rumah-sakit-masih-jadi-keluhan-pasien-fZleqSCuAw.jpg Keluhan pasien Rumah Sakit yang sulit buat janji dengan dokter (Foto: Remmymeggs)

KELUHAN lamanya pelayanan dokter di rumah sakit selalu dialami oleh setiap pasien. Kira-kira berapa lama Anda menghabiskan waktu di rumah sakit untuk bertemu dokter? 

Di era JKN-KIS, setiap pasien pasti pernah mengeluhkan lamanya pelayanan dokter di rumah sakit. Hal ini tentu membuat Anda tidak puas saat berobat. 

Padahal untuk standar waktu tunggu di rumah sakit, pemerintah sudah menetapkan standar minimal pada setiap pelayanan. Hal itu sudah diatur oleh aturan Kemenkes Nomor 129/Menkes/SK/II/2008.

Ilustrasi pasien dan dokter

Diakui CEO Halodoc Jonathan Sudharta, antrean panjang di rumah sakit, masih menjadi permasalahan pelik pelayanan kesehatan di Indonesia. Pasien harus mengantre lama untuk bertemu dokter.

"Kalau bertemu dokter seringkali lebih singkat dibanding waktu tunggunya. Misalnya pada pasien rawat jalan, standar waktu tunggunya tidak lebih dari 60 menit, sejak pasien mendaftar hingga dilayani oleh dokter," ucapnya. 

Belum lagi ketika pasien sudah lama menunggu, tapi mendadak harus pulang karena slot dokter sudah penuh. Jika dibiarkan berlarut, permasalahan ini bukan hanya berdampak pada kepuasan pasien, tapi juga masalah kesehatan yang dialaminya.

"Maka diperlukan solusi baru untuk mengatasi permasalahan pelayanan kesehatan di rumah sakit," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K) mengatakan, semakin majunya teknologi, banyak cara yang bisa digunakan untuk mencegah leletnya pelayanan di rumah sakit. Fasilitas kesehatan harus mengubah sistemnya, begitu juga dengan pemangku kepentingan lainnya.

Pasien dan dokter

"Kita semua harus mencari sebuah model baru, cara baru dan nilai-nilai baru, dalam mencari solusi terbaik dari setiap masalah kesehatan yang kita hadapi,'' kata Menkes Nila.

Menkes Nila bahkan sering mengingatkan kepada setiap faskes, baik puskesmas atau rumah sakit, tidak menelantarkan pasien. Masalah tersebut dapat mengganggu hak pasien saat berobat ke rumah sakit. 

Ilustrasi pasien dan dokter

"Faskes tidak boleh mengorbankan standar pelayanan minimal, yang harus diberikan kepada masyarakat. Sudah menjadi hak pasien juga kewajiban rumah sakit dalam memberi pelayanan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini