Kisah Abas, Pria Korban Pelecehan Seksual di Stasiun UI

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 31 Agustus 2019 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 31 612 2098969 kisah-abas-pria-korban-pelecehan-seksual-di-stasiun-ui-d0vFfJtGtM.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Pelecehan seksual tidak hanya menimpa wanita. Pria pun bisa menjadi salah satu korban kejahatan dari orang yang tidak bertanggung jawab itu.

Adalah Abas salah satu pria yang menjadi korban pelecehan seksual yang mau membagikan pengalaman buruknya kepada Okezone. Abas mengaku kasus pelecehan seksual yang menimpa dirinya, terjadi sekitar empat bulan yang lalu.

Kejadian bermula ketika Abas hendak pulang dari kantornya di Jakarta, menuju Stasiun Universitas Indonesia, di Depok, Jawa Barat. Sampai di stasiun, jarum jam sudah menunjukkan pukul 00.30 WIB. Abas memutuskan singgah ke toilet sejenak untuk buang air kecil. Di sinilah, awal mula pelecehan seksual menimpa pria asal Pekanbaru itu.

Saat sedang asyik buang air kecil, secara tiba-tiba, datang seorang bapak-bapak berusia sekitar 40 tahunan menyusulnya ke dalam toilet. Bapak tersebut juga hendak buang air kecil dan mengambil posisi tepat di samping Abas. Tidak ada yang aneh, hingga sejurus kemudian, Abas memergoki tingkah laku mencurigakan yang dilakukan bapak-bapak tersebut.

 Infografis

Abas menyadari pria itu terus memperhatikannya ketika sedang buang air kecil. Meski timbul rasa curiga yang semakin besar, Abas tak mau ambil pusing. Dia langsung beranjak menuju wastafel untuk mencuci tangan dan menyelesaikan urusan kamar mandi. Nahasnya, bapak-bapak tersebut masih mengintai bak predator.

“Awalnya di toilet cuma ada saya sendiri. Kemudian, ada bapak-bapak ikut masuk buat pipis juga di samping saya. Bapak itu melihat ke arah saya terus. Saya mulai curiga dan segera ke wastafel untuk cuci tangan. Dari kaca saya melihat bapak-bapak itu masih terus memperhatikan saya,” ujar Abas kepada Okezone baru-baru ini.

Selagi mencuci tangannya, tiba-tiba bapak tersebut berusaha mencolek bagian kemaluan Abas. Namun, karena spontan bereaksi, tangan bapak tersebut gagal mengenai kemaluan dan malah mengenai pinggulnya.

Bapak tersebut kemudian melempar senyum dan beranjak pergi. Hal ini tentu membuat pria yang tinggal di kawasan Depok ini geram dan berusaha mengejar pelaku pelecehan seksual tersebut.

“Waktu saya lagi cuci tangan, bapak-bapak itu nyamperin. Dia berusaha mencolek kemaluan saya. Untungnya saya langsung refleks menghindar. Jadi tangan bapak itu kena pinggul saya. Saya kesal. Saya langsung kejar dan bentak bapak itu,” lanjutnya.

Ketika dikejar dan ditanya mengenai tindakannya yang sangat tidak terpuji, bapak-bapak tersebut seakan merasa tidak bersalah dan kembali melemparkan senyum yang mengerikan. Dengan penuh emosi, Abas mendaratkan bogem mentah di wajah predator seksual tersebut. Abas juga berusaha memanggil sekuriti setempat untuk mengusut tuntas masalah tersebut.

 Pria duduk di depan komputer

“Ketika ditanya, bapak-bapak itu malah senyum, seolah menikmati kemarahan saya. Saya berang, dan melayangkan bogem. Saya juga teriak meminta bantuan sekuriti untuk mengamankan bapak-bapak itu,” sambungnya.

Secara mengejutkan sang predator seksual tersebut ternyata berasal dari kaum terpelajar. Bahkan pada Kartu Tanda Pengenal (KTP) bapak-bapak tersebut berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meski sudah tertangkap basah dan diberi bogem mentah, bapak-bapak itu pun tetep mengelak dan tak mau mengakui kesalahannya.

“Sudah diseret ke pos sekuriti bapak-bapak itu masih tetap enggak mau mengaku. Hingga akhirnya bapak tersebut keceplosan mengatakan ‘Saya tidak suka anak-anak, saya suka pria dewasa’ yang membuat sekuriti percaya bahwa bapak tersebut mengalami kelainan,” imbuh Abas.

Alhasil proses mediasi pun dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang telah berlangsung hampir satu setengah jam. Bapak-bapak tersebut akhirnya memohon untuk dilepaskan dan meminta agar sang istri jangan sampai mengetahui kelainan seksual pada dirinya.

“Bapak-bapak itu mengaku telah memiliki lima orang anak. Dia meminta masalah ini segera diselesaikan dengan kekeluargaan. Dia juga memohon-mohon, meminta agar istrinya jangan sampai tahu kalau dia punya orientasi seksual yang berbeda,” tuntasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini