nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Risna Alami Pelecehan Seksual di Angkot: Aku Pikir Itu Gagang Payung!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 01 September 2019 00:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 31 612 2099108 cerita-risna-alami-pelecehan-seksual-di-angkot-aku-pikir-itu-gagang-payung-5yy9lywdJw.jpeg Ilustrasi stop aksi pelecehan seksual (Foto : Lepopulaire)

Pelecehan seksual di ruang publik masih menjadi perhatian sampai sekarang. Upaya pemerintah menekan tindakan asusila ini terus dimasifkan dengan harapan pelaku dan korban semakin berkurang.

Tapi, nyatanya pelecehan seksual masih ada di masyarakat. Salah satunya yang dialami Risna Halidi. Perempuan berusia 26 tahun itu mengaku pernah menerima pelecehan seksual di angkot dan kejadian tersebut mengubah hidupnya, serta masih tersimpan trauma mendalam.

Pada Okezone, Risna coba menceritakan pengalaman buruk tersebut dengan maksud agar semakin banyak perempuan yang bersuara ketika menerima atau melihat tindak pelecehan seksual. So, seperti apa kisah Risna dan tindakan pelecehan yang dia terima?

Info Pelecehan

Kisah dimulai ketika Risna masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta Selatan. Setiap harinya Risna harus naik angkot ke kampus. Kebetulan, angkot yang dinaiki Risna jalurnya masuk tol sehingga tidak ngetem, jalan terus.

Perasaannya sudah tak enak sebetulnya saat naik angkot dalam perjalanan menuju kampus. Dia melihat ada seorang pria dewasa duduk di sampingnya. Penampilannya terlihat aneh sekali, meski mengenakan office looks.

"Kan kita tahu, yang namanya angkot itu nggak ada pendingin ruangan. Jadi, mau nggak mau kita buka jendela dan ini membuat rambut aku tertiup angin. Secara tak sengaja rambutku menyapu wajah si pria dan tiba-tiba pria itu mengendus aroma rambut aku. Geli banget, deh," ungkap Risna menceritakan awal mula dirinya alami pelecehan seksual.

Setelah kejadian itu, dia coba untuk tetap berpikiran positif. Apa yang ada di pikirannya, hanya ada di pikiran. Tapi, lama kelamaan gelagat aneh kembali ditunjukkan si pria ini. Kebetulan Risna juga mengaku perempuan yang tipikel memerhatikan. Jadi, saat dirinya gelisah dengan asumsinya sendiri, dia akan malah terfokus dengan hal yang dia khawatirkan dan itu adalah si pria dewasa.

"Jadi, aku tuh memperhatikan orang dari atas sampai bawah. Niatnya bukan buat stalking, tapi memantau kadar ancaman. Misal ada mbak-mbak bawa binder, asumsiku dia mahasiswa, kadar ancaman dia ke diriku kecil dong, atau ada mas-mas bawa tas gede tapi tampilannya seperti mau ke pabrik atau kantor, aku merasa dia punya tujuan. Jadi sepertinya dia nggak akan repot-repot melakukan hal yang tidak-tidak dong, ya," papar Risna.

hentikan pelecehan

Waktu Risna memerhatikan pria tersebut, ada banyak kejanggalan didapatkan. Pertama, si pria ini mengenakan baju seperti mau ke kantor, kemeja putih dan celana hitam. Perhatian berlanjut ke perkiraan usia, sekira 50 tahunan. "Oke, sejauh itu nggak ada ancaman," singkatnya.

Tapi, kekhawatiran itu benar terjadi. Jadi, menurut penuturan Risna, dia mulai memerhatikan detail kecil dan itu tertuju pada jam tangan. Ya, si pria itu mengenakan jam tangan yang tak berdetak, mati! Tidak hanya itu, kondisi dari jamnya pun terdapat retakan di bagian kaca depan.

"Dalam kondisi ini, jujur aku masih positif thinking. Aku mikir beberapa temen juga pakai jam mati, soalnya nggak betah ingin pakai jam," ujar Risna.

Tapi, kemudian hal ganjil lagi-lagi dia temukan, celana pria tersebut terdapat lubang seperti tersundut rokok. Lalu, hal ganjil lainnya ialah tas laptop yang dibawa tampak tak biasa, seperti sama sekali tak ada barang apa pun. Setelah tahu hal itu, Risna mengaku kaget dan berpikir aneh.

Hal pertama yang ada di pikiran Risna, untuk apa pria tersebut berpenampilan seperti itu dan naik angkot ini? Kemana dia pergi dan apa yang sebenarnya dia lakukan di dalam angkot ini?

Fakta yang mungkin akan membuat Anda kaget adalah, selama Risna melakukan investigasi, pria itu masih berusaha untuk mencium rambutnya. Mengendusnya tanpa merasa risih. Padahal, angkot yang dinaiki Risna sedang penuh. Hanya satu kursi yang kosong dan itu adalah 'kursi artis' atau satu kursi yang ada di korner angkot.

Stop pelecehan seksual

Risna mengaku masih memerhatikan pria itu yang kebetulan duduk mojok dan berada di sisi kirinya. Posisi duduknya membuka lebar kaki dan duduk dengan wajah tenang. Saat Risna coba memerhatikan pria itu, menengok sedikit, terlihat ada pentulan cokelat di bawah bajunya.

"Aku ngeliat itu awalnya mikir gagang payung dari kayu. Tapi gue mikir lagi, ini kan lagi nggak hujan, ya. Ngapain si bapak bawa payung," ungkap Risna.

Memastikan apa yang sebenarnya dilihat, Risna kembali menengok ke arah pria itu dan melihat ke arah bawah bajunya. Benar saja, ternyata yang dilihatnya bukan gagang payung, melainkan alat kelamin pria sedang ereksi.

Sontak, Risna mengaku kaget dan tak percaya kalau ada orang yang berani menunjukan alat kelamin di depan umum, notabene dalam angkot.

Setelah melihat itu, Risna langsung lompat dan lari ke arah 'kursi artis' sambil teriak "Anj*ng" dengan sangat lantang.

Bertindak tidak wajar, ternyata membuat orang-orang tak merasa ada yang aneh. Orang-orang tidak ada yang coba bertanya pada Risna. Semua cuek, seperti tidak terjadi apa-apa. Bahkan, penumpang lain malah memandang Risna dengan tatapan sinis dan aneh.

"Aku sih bisa aja bilang 'si bangs*t ngeliatin Mr P-nya. Tapi, dia langsung ngerapet kakinya, nutupin alat kelaminnya pakai tas. Terus buktinya apa dia ngeliatin Mr P? Omongan aku? Kan nggak. Makanya aku diam sembari tetap dilihatin orang seangkot," cerita Risna.

Kondisi itu membuat Risna banyak diam selama perjalanan dan merasa jadi orang paling aneh. Ya, bisa dibayangkan bagaimana ketika kalian baru saja dilecehkan, tetapi lingkungan malah melihat Anda sebagai orang aneh. Tapi, di saat yang sama Anda tidak bisa bicara.

"Takut nggak percaya? Oke nggak percaya, tapi nanya aku kenapa atau ada apa aja engga. Intinya aku ngerasa malah jadi aku yang aneh," ungkap Risna kesal sekaligus sedih.

Stop Pelecehan

Kondisi tak nyaman belum berakhir. Sebab, duduk di 'kursi artis' bikin Risna menghadap si pria tersebut. "Itu asli, intimidasi banget, sih, rasanya. Aku nunduk terus," tambahnya.

"Sekarang aku cerita gampang. kayak ngelawak aja. Setahun pas kejadian itu, aduh mamak, malu aku. Rasanya dilecehkan tuh berasa kayak ditelanjangin. Makanya aku kalau ngeliat orang lain dilecehkan terus ada yang bilang 'Kok tidak melawan', kamu nggak tau rasanya dilemahkan sama rasa takut dan malu," ujar Risna.

Risna menambahkan, sekarang dia mengaku menjadi pribadi yang galak. Sebab, Risna tahu kalau dia bakal kesal ketika memutuskan untuk tidak 'speak up'. So, jangan takut untuk 'speak up'!

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini