nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Nita Diincar Penjahat Kelamin di KRL

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 01 September 2019 12:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 01 612 2099219 kisah-nita-diincar-penjahat-kelamin-di-krl-DxKTCoBNbs.jpg Perempuan sering jadi korban pelecehan seksual (Foto: Pattaya Mail)

Banyak pekerja kantoran yang memanfaatkan commuterline (KRL) sebagai alat tranportasinya untuk pergi dan pulang kantor. Simak kisah Nita yang suka naik KRL untuk berangkat ke kantor.

 Nita tak berdaya mengalami pelecehan seksual

Meski KRL memiliki gerbong khusus perempuan, jika penuh tidak jarang kaum hawa pun terpaksa berdesakan di dalam gerbong campur dengan laki-laki. Dengan kondisi seperti itu, terkadang ada penjahat kelamin suka mencuri-curi kesempatan. Kisah Nita bisa jadi pelajaran kita semua agar lebih hati-hati saat naik kendaraan umum.

Nita (bukan nama sebenarnya) merupakan gadis berusia 24 tahun. Ia merupakan perantau dari salah satu kota di Jawa Barat. Saat ini ia tinggal di sebuah kos-kosan di Depok. Sedangkan tempat kerjanya ada di Jakarta makanya dia menggunakan KRL untuk pergi ke tempat kerjanya.

Nita bercerita, pada 2017 lalu Nita baru saja menghadiri resepsi pernikahan saudarany di Tangerang. Lalu ia pulang menggunakan KRL dari Stasiun Tangerang transit di Stasiun Duri, kemudian melanjutkan menggunakan KRL Depok atau Bogor.

Meski kesehariannya Nita adalah pengguna KRL, tapi ini kali pertama kali dia naik KRL dari Stasiun Tangerang. Saat itu Nita senang punya pengalaman baru naik kereta di lokasi baru. Waktu itu dia naik saat sore hari, sekitar Ashar.

Saat Nita naik di gerbong khusus perempuan, ternyata semua kursinya penuh dan yang berdiri pun juga banyak. Akhirnya dia memutuskan pindah ke gerbong campur dengan harapan ada laki-laki yang mengalah memberikanya tempat duduk karena perjalanan dari Stasiun Tangerang ke stasiun Duri cukup jauh.

Ternyata, di gerbong campur pun sama saja. Malah banyak orangtua yang lebih membutuhkan prioritas duduk. Akhirnya Nita pun mengalah, dan dia berdiri di antara penumpang lainnya yang mayoritas adalah laki-laki. Selama perjalanan pun Nita mencoba menjaga jarak, supaya tidak terlalu bersentuhan dan menjadi 'kesempatan' bagi pria hidung belang maupun penjahat kelamin.

Sekitar sepuluh stasiun dilalui. Ketika KRL berhenti di stasiun Kali Deres, ada seorang laki-laki yang naik. Perawakannya tinggi, hitam dan rambutnya agak berantakan. Awalnya Nita biasa saja, juga tetap menjaga jarak. Tapi lama kelamaan laki-laki ini mulai bertingkah aneh, terus melirik dan memperhatikan semua anggota tubuh Nita dengan tatapan mesum.

Padahal saat itu Nita berpakaian cukup longgar, tidak menampikan bagian tubuh yang dapat mengundang. Nita pun mulai curiga, waspada karena sore itu penumpang cukup padat.

Selama kereta berjalan, laki-laki itu terus menyenggol bagian bokong Nita, seolah-olah senggolan itu karena guncangan dari kereta. Padahal yang lain biasa saja, begitupun Nita tidak merasakan laju keretanya aneh.

Untuk memancing apakah laki-laki itu sengaja atau tidak menyenggolkan kemaluannya padanya, Nita pun mencoba bergeser. Laki-laki itu pun juga ikut bergeser.

Nita balik badan, laki-laki itu pun juga melakulan hal sama. Kemudian Nita pun melihat wajahnya, ternyata laki-laki itu memandangnya penuh tatapan mesum sambil tersenyum nakal pada Nita. Oh, ternyata pria itu penjahat kelamin yang mengincarnya dengan modus sok innocent.

Merasa sangat terganggu, akhirnya Nita mencoba turun di Stasiun Pesing dan menunggu kereta selanjutnya. Nita pun masih merasa deg-degan karena takut si penjahat kelamin itu ikut turun dan berbuat mesum pada Nita. Benar saja, laki-laki itu terus memperhatikan dari dalam KRL walau Nita sudah turun.

Akhirnya Nita selamat dari incaran penjahat kelamin tersebut. Ia hampir saja jadi mangsa pria hidung belang. Pengalaman itu tidak bisa dia lupakan.

Di KRL berikutnya, Nita memutuskan naik di gerbong khusus perempuan saja karena takut kejadian itu terulang lagi.

Sejatinya, terang Nita, saat penjahat kelamin itu sedang menjalankan aksinya menggesekkan kemaluannya, Nita ingin berteriak dan menendang kemaluan orang itu.

Namun Nita takut malah dirinya yang dituduh menuding orang sembarangan. Akhirnya Nita diam saja dan memilih kabur!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini