nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Derita Mawar, Diperkosa Teman Kencan Online hingga Ingin Bunuh Diri

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 01 September 2019 17:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 01 612 2099301 derita-mawar-diperkosa-teman-kencan-online-hingga-ingin-bunuh-diri-kipGgn59Vj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BERAWAL dari mencari teman ngobrol, Mawar (bukan nama asli) tidak pernah menyangka nasibnya akan berakhir tragis. Ia menjadi korban perkosaan yang dilakukan oleh teman tinder-nya.

Kepada Okezone, Mawar secara eksklusif menceritakan awal mula ia terperangkap dalam lubang hitam itu. Kejadiannya bermula dari rasa penasaran Mawar mencari teman sekaligus pasangan melalui aplikasi dating online.

"Sebelumnya main Badu terus coba-coba main Tinder 2014. Aku cuman mau nyari temen buat ngobrol doank," tutur Mawar saat dihubungi via sambungan telefon, Minggu (1/9/2019).

Mawar mengakui bahwa dirinya adalah seorang introvert. Ia tidak terlalu pandai bersosialisasi dengan orang-orang yang baru ia jumpai.

Alhasil, aplikasi dating online pun menjadi salah satu caranya berkenalan dengan teman baru.

Alhasil, aplikasi dating online pun menjadi salah satu caranya berkenalan dengan teman baru. Kebetulan, selama ini ia memang lebih senang bermain handphone, dibanding menghabiskan waktu di luar rumah bersama teman-temannya.

"Di kehidupan nyata aku jarang banget keluar. Aku orangnya emang lebih suka ngobrol di sosial media. Kayak lebih leluasa mengekspresikan diriku," tambahnya.

Melalui aplikasi dating online ini, Mawar mengaku mendapat banyak teman dari berbagai kalangan. Beberapa kali ia sempat 'match' dengan artis papan atas Indonesia dan sejumlah publik figur lainnya.

Namun, ia tidak pernah menyangka kebiasaannya bermain Tinder malah berujung petaka. Tahun lalu, ia berkenalan dengan seorang ekspatriat asal India.

Saat bertemu di dunia maya, keduanya langsung merasa sangat cocok. Proses penjajakan pun dimulai selama kurang lebih 1 bulan.

Mawar memberikan nomor pribadi kepada pria tersebut, sehingga mereka bisa lebih leluasa mengobrol melalui pesan singkat maupun sekadar bertegur sapa di telefon.

sehingga mereka bisa lebih leluasa mengobrol melalui pesan singkat maupun sekadar bertegur sapa di telefon.

"Proses chattingan sama dia itu kurang lebih sebulanan. Tiba-tiba dia ngajak ketemu. Tapi waktunya belum pas. Terus suatu waktu, dia ngajakin ketemu lagi dan kebetulan aku lagi di GI. Terus dia jemput aku di sana," kata Mawar.

Di dalam perjalanan, Mawar langsung ditawari minuman beralkohol. Ia mengaku tidak bisa menolak, hingga akhirnya meminum beberapa gelas.

Kala itu, tujuan mereka hendak mengunjungi sebuah bar & lounge di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, untuk sekadar mengobrol ringan. Namun sesampainya di sana, teman pria Mawar langsung memesan beberapa botol minuman beralkohol.

"Di mobil aku sebetulnya udah tipsy, terus di tempat nongkrong dicekokkin berbotol-botol minuman beralkohol. Aku terbawa suasana, karena aku pikir dia orangnya baik. Di whatsapp dia bener-bener bikin aku baper. Jadi aku percaya aja," kenang Mawar.

Namun pada kenyataannya, sang ekspat justru memanfaatkan kesempatan tersebut. Setelah Mawar mabuk dan tak sadarkan diri, ia dan kedua temannya memboyong Mawar ke sebuah apartemen di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Mawar merasa tidak berdaya karena pada saat itu ia sudah hilang kesadaran. Untuk membuka mata saja sangat sulit, apalagi menggerakkan tubuhnya.

  Dia bilang enggak kenal dengan teman Tinder aku. Aku takut setengah mati.

"Waktu aku bangun pagi-pagi, posisi tubuhku sudah benar-benar telanjang tanpa sehelai benang pun. Tiba-tiba ada orang yang dateag. Dia bilang enggak kenal dengan teman Tinder aku. Aku takut setengah mati. Akhirnya aku minta jemput salah satu teman kampusku," ujar Mawar.

Setelah kejadian itu, Mawar beberapa kali menghubungi teman tindernya tersebut untuk meminta pertanggung jawaban. Namun hasilnya nihil. Semua nomor dan sosial medianya diblokir. Selidik punya selidik, pria itu ternyata sudah kembali ke negara asalnya.

Merasakan trauma yang teramat dalam, Mawar kini masih mencoba berdamai dengan dirinya sendiri. Ia masih belum bisa lepas dari ingatan-ingatan kelam yang terus menghantui hidupnya.

Selain meminta bantuan profesional, Mawar mulai mencoba membuka diri dengan orang-orang di sekitarnya. Walaupun kedua orangtuanya belum mengetahui mimpi buruk yang telah ia alami.

"Aku sudah enggak mau menyentuh aplikasi itu lagi. Sekarang sedang mencoba berinteraksi dengan teman-teman dekat. Aku ke psikiater juga karena pertengahan tahun lalu, aku sempat melakukan percobaan bunuh diri," jelas Mawar.

Mawar sempat memberikan beberapa pesan kepada seluruh wanita di luar sana,

Sebelum menutup cerita, Mawar sempat memberikan beberapa pesan kepada seluruh wanita di luar sana, terutama bagi yang hingga saat ini masih keranjingan bermain aplikasi dating online.

"Kuncinya satu, jangan baper. Cowok memang ada yang baik, tapi kebanyakan cuman ngincer temen tidur aja. Jangan langsung percaya dan baper kalau teman online kamu baik banget. Itu pasti ada tujuannya," tegas Mawar.

"Anggaplah Tinder sebagai sebuah bantuan mencari jodoh, tapi jangan terlalu tenggelam di dalam rayuan. Karena kalau sudah baper pasti akan susah lepas dan melupakan," tukasnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini